IHSG Naik 62 Poin di Jeda Siang, Sentimen Global Masih Waspada
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat saat jeda siang perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026, naik 1 persen atau 62,48 poin menjadi 6.330,36. Kenaikan terjadi setelah pembukaan pada 6.277,76, dengan titik tertinggi intrahari 6.336,5 dan terendah 6.272,3.
Pergerakan pasar dan kondisi mata uang
Pergerakan ini datang setelah IHSG diprakirakan melemah menyusul penutupan pada Selasa (11/8) yang turun 1,53 persen ke 6.267,88. Pada waktu yang sama, nilai tukar rupiah melemah 0,59 persen ke posisi Rp17.861 per dolar AS, sejalan dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia akibat penguatan dolar AS.
Analisis teknikal dan sentimen
Tim analis melihat area support penting yang dapat memengaruhi laju indeks. Perkiraan teknikal juga mempertimbangkan faktor domestik dan global yang sedang berlangsung.
"Secara teknikal, pergerakan IHSG diprakirakan akan menguji level support pada rentang 6.180-6.200," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Sentimen domestik: ritel dan penjualan mobil
Data ritel menunjukkan tekanan konsumsi. Penjualan ritel Indonesia turun 3 persen secara tahunan pada Juni 2026, setelah sebelumnya turun 3,9 persen pada Mei 2026. Meski demikian, ada tanda pemulihan bulanan.
Bank Indonesia melaporkan penjualan ritel per Juni 2026 naik 0,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu kenaikan pertama dalam tiga bulan terakhir.
"Ini mencerminkan dampak awal dari langkah stimulus pemerintah," ujar Tim Phintraco.
Kelompok menengah atas tampak menjadi penopang konsumsi. Penjualan mobil pada Juli 2026 melonjak 33,3 persen secara tahunan, mencapai 81.115 unit—tertinggi dalam lima bulan terakhir. Penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 disebut berkontribusi signifikan.
"Penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 sangat berkontribusi pada tingkat penjualan mobil," katanya.
Akibatnya, selama periode Januari–Juli 2026, penjualan mobil tumbuh 18,3 persen menjadi 437.500 unit.
Tekanan eksternal dan arus modal
Dari luar negeri, pasar global dipengaruhi oleh prospek perdamaian di Timur Tengah yang belum menunjukkan kemajuan. Ketegangan geopolitik mendorong kenaikan harga minyak mentah dan meningkatkan risiko pasar.
Pelaku pasar juga menunggu rilis data inflasi AS sebagai acuan kebijakan The Fed yang bisa menentukan arah likuiditas global.
Aliran modal asing
Pada perdagangan Selasa (11/8) tercatat net sell asing di Bursa Efek Indonesia sebesar Rp279,58 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing antara lain:
- TPIA
- BMRI
- DSSA
- ASII
- BBRI
Perpaduan dorongan domestik dari stimulus dan konsumsi otomotif serta tekanan eksternal dari geopolitik dan data AS akan menentukan arah IHSG dalam beberapa hari mendatang.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Pertamina Ingatkan Bahaya Oli Palsu: Periksa QR Code dan Seri
Pertamina Lubricants mengingatkan konsumen mewaspadai oli palsu dengan memeriksa QR code dan nomor seri pada...
Pelumas Kendaraan Listrik: Komponen yang Masih Butuh Oli
Pertamina Lubricants: kendaraan listrik dan hybrid tetap memerlukan pelumas untuk gear dan komponen mekanis...
Penertiban Tambang Ilegal Dongkrak Laba PT Timah 9 Kali Lipat
Penertiban tambang ilegal di Bangka Belitung mendorong PT Timah naikkan produksi, penjualan, dan raih laba b...
UMKM Bukan Sektor Pinggiran, Sistem Keuangan Harus 'UMKM-able'
Wakil Ketua Komisi XI DPR: UMKM bukan sektor pinggiran, perlu sistem keuangan yang "UMKM-able" dan perbaikan...
Perkembangan Timteng Tekan Nilai Tukar Rupiah, Dibuka Turun 12 Poin
Rupiah dibuka melemah 12 poin pada 12 Agustus 2028, dipengaruhi perkembangan geopolitik Timur Tengah dan pen...
Harga Emas Pegadaian 12 Agustus 2026: Update Harga Galeri24 & UBS
Harga emas batangan Pegadaian tercatat menyesuaikan pada 12 Agustus 2026; Galeri24 1 gram Rp2.675.000 dan UB...