IHSG Naik ke 5.746,65, Saham Big Cap Jadi Penopang
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada Selasa, 9 Juni 2026, ke posisi 5.746,65, naik 404,51 poin atau 7,57 persen. Kenaikan ini terjadi setelah indeks sempat menyentuh posisi terendah 5.318,14 dan dibuka pada 5.344,69. Pergerakan pasar dipengaruhi meredanya ketegangan geopolitik dan data ekonomi global.
Ringkasan Perdagangan
Perdagangan hari itu didominasi saham menguat dengan 678 saham naik, 89 saham turun, dan 48 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp27,14 triliun. Volume perdagangan mencapai 44,09 miliar lembar saham dengan frekuensi lebih dari 2,69 juta kali transaksi.
- Penutupan IHSG: 5.746,65 (naik 404,51 poin / 7,57%)
- Posisi terendah hari ini: 5.318,14
- Awal perdagangan: 5.344,69
- Nilai transaksi: Rp27,14 triliun
- Volume: 44,09 miliar lembar
- Frekuensi: >2,69 juta transaksi
Sentimen Penguat
Tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan penguatan IHSG mendapat dukungan sentimen global dan domestik. Di tingkat global, meredanya ketegangan di Timur Tengah dan perbaikan data perdagangan Tiongkok menjadi pemicu utama.
Pasar menaruh harapan setelah laporan bahwa ketegangan di Timur Tengah mereda setelah penghentian permusuhan antara Israel dan Iran
Selain itu, surplus perdagangan Tiongkok pada Mei 2026 tercatat sebesar USD105,43 miliar, melampaui ekspektasi pasar sebesar USD92,1 miliar dan menjadi level tertinggi sejak Januari 2026. Data ini membantu memperbaiki sentimen risiko secara global.
Dorongan dari Emiten Besar dan Kebijakan Dalam Negeri
Dari dalam negeri, penguatan ditopang oleh reli beberapa saham berkapitalisasi besar. Pertemuan DPR dengan Bank Himbara, BPJS, dan perusahaan asuransi BUMN turut menambah sentimen positif setelah membahas opsi pembelian kembali saham BUMN untuk menstabilkan pasar modal.
Sentimen membaiknya indeks tersebut terkontribusi dari menguatnya emiten berkapitalisasi besar
Selain itu, pemerintah menegaskan skema bagi hasil gross split hanya berlaku di sektor migas dan tidak diberlakukan pada sektor mineral dan batu bara. Pilarmas menilai kepastian kebijakan ini mencerminkan kehati-hatian pemerintah dalam menjaga iklim investasi dan mendukung target hilirisasi.
Prospek dan Implikasi
Perbaikan sentimen global dan kepastian kebijakan domestik meningkatkan harapan pemulihan kepercayaan investor. Namun, volatilitas masih mungkin terjadi jika kondisi geopolitik atau data ekonomi global berubah tajam. Pelaku pasar akan terus memantau perkembangan kebijakan serta data perdagangan berikutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Al Azhar Memorial Garden: Pendampingan Keluarga untuk Pemakaman Islami
AMG menegaskan layanan pemakaman berpedoman syariat Islam dan pendampingan 24 jam bagi keluarga berduka saat...
Tips Memulai Bisnis Oriflame untuk Pemula: Cara Praktis dan Fleksibel
Younita Christian Berek berbagi tips memulai bisnis Oriflame: pahami produk, promosikan fleksibel, dan jaga...
Kepercayaan Pelanggan Jadi Modal Utama dalam Bisnis Oriflame
Pelayanan baik, komunikasi terbuka, dan pengalaman pribadi jadi modal utama membangun kepercayaan pelanggan...
Anak SD Kunjungi PLTP Lumut Balai: Belajar Energi Bersih
Puluhan siswa SD mengunjungi PLTP Lumut Balai 24 Juli 2026 untuk belajar energi panas bumi, integritas, dan...
Pengguna KAI Logistik Meningkat, Volume Barang Capai 32,5 Juta Ton
Pengguna KAI Logistik meningkat; volume barang mencapai 32,5 juta ton pada Semester I 2026, disertai upaya e...
Penerimaan Pajak NTT Tembus Rp1,135 Triliun hingga Juni 2026
Realisasi pajak NTT capai Rp1,135 triliun per 30 Juni 2026; PPN dalam negeri jadi penyumbang terbesar dan ke...