KAI Pasang 113 Unit PLTS untuk Kurangi Emisi Karbon
PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah mengoperasikan 113 unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pada 92 lokasi stasiun dan depo. Pengumuman resmi disampaikan pada Selasa, 9 Juni 2026. Program ini dimaksudkan untuk menurunkan emisi karbon dan meningkatkan ketahanan energi operasional perusahaan.
Sebaran dan kapasitas PLTS
Instalasi PLTS terpasang pada berbagai fasilitas KAI. Total kapasitas tercatat sebesar 4.430,65 kWp. Pemasangan dilakukan secara bertahap di stasiun, balai yasa, depo, dan fasilitas pendukung lain.
| Jenis Lokasi | Jumlah |
|---|---|
| Stasiun | 62 |
| Balai yasa | 10 |
| Griya karya | 6 |
| Depo | 3 |
| Kantor | 1 |
| Gedung record center | 1 |
Potensi produksi dan pengurangan emisi
Berdasarkan kajian teknis, setiap kWp panel surya menghasilkan sekitar 1.300 kWh. Dengan kapasitas terpasang, KAI berpotensi memproduksi sekitar 5,8 juta kWh energi listrik bersih, dan pada kondisi optimal mencapai 6,6 juta kWh.
Perhitungan emisi mengacu pada ketentuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Keputusan Menteri yang berlaku. Faktor emisi sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali) dipakai sebagai acuan per MWh.
Berdasarkan faktor emisi tersebut, potensi pengurangan emisi CO₂ diperkirakan berada di kisaran 5.100 hingga 5.800 ton per tahun.
Kutipan resmi dan langkah berkelanjutan
"Pengembangan PLTS menjadi bagian dari upaya KAI untuk meningkatkan pemanfaatan energi bersih dalam operasional perusahaan. Program ini terus kami kembangkan secara bertahap seiring komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan efisiensi energi," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Inisiatif ini juga dimaknai sebagai penguatan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan perusahaan. Pemanfaatan energi surya diharapkan meningkatkan ketahanan energi fasilitas operasional KAI.
"Transformasi menuju transportasi berkelanjutan memerlukan langkah yang konsisten. KAI akan terus mengembangkan berbagai inisiatif yang mendukung efisiensi energi, pengurangan emisi, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan," kata Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.
Prospek dan implikasi
Penerapan PLTS secara bertahap menunjukkan komitmen KAI terhadap pengurangan emisi dan efisiensi energi. Jika program diperluas, potensi penghematan energi dan pengurangan emisi dapat meningkat signifikan seiring penambahan kapasitas.
Ke depan, pengukuran kinerja dan integrasi energi terbarukan ke operasi harian menjadi kunci untuk memastikan target lingkungan dan efisiensi tercapai.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Al Azhar Memorial Garden: Pendampingan Keluarga untuk Pemakaman Islami
AMG menegaskan layanan pemakaman berpedoman syariat Islam dan pendampingan 24 jam bagi keluarga berduka saat...
Tips Memulai Bisnis Oriflame untuk Pemula: Cara Praktis dan Fleksibel
Younita Christian Berek berbagi tips memulai bisnis Oriflame: pahami produk, promosikan fleksibel, dan jaga...
Kepercayaan Pelanggan Jadi Modal Utama dalam Bisnis Oriflame
Pelayanan baik, komunikasi terbuka, dan pengalaman pribadi jadi modal utama membangun kepercayaan pelanggan...
Anak SD Kunjungi PLTP Lumut Balai: Belajar Energi Bersih
Puluhan siswa SD mengunjungi PLTP Lumut Balai 24 Juli 2026 untuk belajar energi panas bumi, integritas, dan...
Pengguna KAI Logistik Meningkat, Volume Barang Capai 32,5 Juta Ton
Pengguna KAI Logistik meningkat; volume barang mencapai 32,5 juta ton pada Semester I 2026, disertai upaya e...
Penerimaan Pajak NTT Tembus Rp1,135 Triliun hingga Juni 2026
Realisasi pajak NTT capai Rp1,135 triliun per 30 Juni 2026; PPN dalam negeri jadi penyumbang terbesar dan ke...