IHSG Melemah 1,94% ke 5.486 pada Senin Pagi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada pagi Senin, 8 Juni 2026. IHSG berada di level 5.486,31, turun sekitar 108,45 poin atau 1,94 persen di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul tekanan jual investor asing dan sentimen kebijakan.
Pembukaan dan konteks pergerakan
Pembukaan hari ini mengikuti penurunan tajam pada akhir pekan lalu, ketika IHSG anjlok 4,2 persen atau sekitar 245 poin ke level 5.594,77. Pelemahan awal didorong sentimen global dan kekhawatiran pasar domestik terhadap sejumlah isu kebijakan.
Proyeksi teknikal: support dan resistansi
Analis dari BNI Sekuritas memproyeksikan IHSG akan menguji area support antara 5.450–5.500. Jika level ini bertahan, peluang rebound tetap terbuka menuju zona resistansi di kisaran 5.680–5.800.
"IHSG berpotensi tes di level support pada 5.450-5.500. Jika kuat di support tersebut, IHSG berpotensi untuk rebound atau berbalik menguat,"
Aliran modal dan saham yang banyak dijual
Tekanan utama datang dari aksi jual asing. Pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026 tercatat aliran keluar modal asing sekitar Rp3,72 triliun, menurut pengamatan analis pasar.
Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain:
- TPIA
- BBCA
- BMRI
- ANTM
- BBRI
Risiko kebijakan dan sentimen pasar
Selain tekanan jual asing, analis juga menyebutkan beberapa faktor yang menekan sentimen. Di antaranya spekulasi pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia secara darurat, rumor pergantian pejabat kunci, serta kekhawatiran penurunan peringkat dari lembaga internasional.
"Hal-hal yang dapat berpengaruh terhadap pergerakan IHSG di antaranya pelemahan rupiah,"
"Ini ditambah kekhawatiran penurunan rating oleh S&P serta kecemasan penurunan ke Frontier Market oleh MSCI,"
Data ekonomi yang dinanti pelaku pasar
Pelaku pasar juga menunggu sejumlah rilis ekonomi domestik yang dapat memengaruhi sentimen jangka pendek. Data yang ditunggu meliputi:
- Cadangan devisa Mei 2026
- Indeks keyakinan konsumen
- Penjualan ritel per April 2026
Pengaruh pasar global
Tekanan di pasar domestik sejalan dengan pelemahan bursa Asia dan aksi jual saham teknologi di Amerika Serikat akhir pekan lalu. Ketidakpastian geopolitik juga menjadi perhatian investor global.
"Investor global masih akan mencermati perkembangan konflik AS dan Iran,"
Dengan kombinasi tekanan asing, kabar kebijakan, dan data makro yang akan datang, IHSG diperkirakan masih bergerak fluktuatif dalam beberapa sesi mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...