IHSG Dibuka Melemah ke 6.599,21, Analis Perkirakan Rebound
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun tipis ke 6.599,21 pada Selasa, 19 Mei 2026, mengalami penurunan sekitar 0,027 poin dari penutupan sebelumnya. Analis melihat peluang IHSG mengalami rebound jangka pendek setelah koreksi selama lima hari berturut-turut.
Pembukaan dan Pergerakan Awal
Pada awal sesi, IHSG bergerak secara terbatas meski masih di zona merah. Penurunan awal ini menyusul koreksi lanjutan yang memicu tekanan jual di beberapa saham tertentu.
Proyeksi Teknis
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyatakan IHSG berpeluang mengalami pembalikan arah secara teknikal dalam jangka pendek.
IHSG berpotensi short term technical rebound (berbalik menguat secara teknis dalam jangka pendek).
Fanny memproyeksikan rentang pergerakan IHSG antara support 6.460–6.500 dan resistansi 6.650–6.700. Kondisi ini membuka kemungkinan penguatan teknikal jika tekanan jual mereda.
Aksi Asing dan Saham Terdampak
Pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026, IHSG tercatat turun 1,85 persen ke level 6.599,24. Pelemahan tersebut disertai aksi jual bersih investor asing atau net sell sekitar Rp460 miliar.
Saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain:
- ANTM
- BREN
- AMMN
- ADRO
- DSSA
Aksi jual asing tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar domestik karena berdampak pada likuiditas dan sentimen sektor tertentu.
Sentimen Global
Mayoritas bursa dunia ditutup melemah, dipengaruhi sentimen konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Di AS, indeks Nasdaq terkoreksi, sementara indeks S&P 500 nyaris stagnan dan Dow Jones masih mampu berada di zona hijau.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan biaya pinjaman, yang akan bertahan lebih lama.
Di Asia Pasifik, indeks juga cenderung melemah: Nikkei 225 turun 0,97 persen, Hang Seng melemah 1,11 persen, CSI 300 turun 0,54 persen, dan Taiex merosot 0,68 persen.
Pelaku pasar global juga mulai berhati-hati menjelang laporan keuangan perusahaan chip besar, yang diperkirakan dapat menentukan arah reli saham teknologi dalam pekan ini.
Fokus Pasar Domestik
Di dalam negeri, investor memusatkan perhatian pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19–20 Mei 2026. Keputusan terkait arah kebijakan suku bunga acuan diperkirakan akan menjadi faktor penentu sentimen pasar selanjutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BNI Perkuat Pelestarian Batik dan Dukung UMKM Perajin
BNI memperkuat pelestarian batik lewat kebijakan busana kerja, pelatihan, dan pameran untuk memperluas pasar...
Ekspor Sapu Lidi Indonesia Tembus Pasar Dunia, Nilai Puluhan Juta
Sapu lidi Indonesia diminati banyak negara; ekspor 2024 senilai US$23 juta dan lidi nipah-sawit 2023 capai U...
Akhir Pekan: Rupiah Menguat ke Rp17.882 di Tengah Kekhawatiran Global
Rupiah menguat ke Rp17.882 per dolar AS pada penutupan 2 Oktober 2026, terdorong sentimen geopolitik, ekspek...
IHSG Ditutup 6.036,89 pada 2 Okt 2026, Mayoritas Saham Melemah
IHSG ditutup di 6.036,89 pada 2 Okt 2026, turun 0,46%; mayoritas saham melemah dengan transaksi Rp11,79 tril...
IHSG Turun 0,32% ke 5.990 pada Jeda Perdagangan 2 Okt
IHSG sesi I turun 0,32% ke 5.990,20 pada 2 Oktober 2026. Volume tinggi dan tekanan jual mendominasi meski be...
IHSG Dibuka Menguat 0,14% ke 6.018,08, Sentimen Minyak & Inflasi Jadi Perhatian
IHSG dibuka menguat 0,14% ke 6.018,08 pada 2 Oktober 2026; sentimen minyak, inflasi, dan ketegangan geopolit...