Lokal

Idul Adha Momentum Hidupkan Gotong Royong, Tegas Tgk. Sulaiman

Bagikan:
Ilustrasi pembagian daging kurban dan gotong royong masyarakat Aceh

Tgk. Sulaiman Qari mengajak umat Islam menjadikan Idul Adha sebagai momen untuk memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong. Pernyataan itu disampaikan saat khutbah Jumat di Masjid As Sajidin, Komplek Tanjung, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat, 15 Mei 2026 (27 Dzulqaidah 1447 H).

Pesan utama khutbah

Dalam khutbahnya, pimpinan Dayah Shirathal Mustaqim Misrul Mu’arif Al-Aziziyah, Gampong Surien, Banda Aceh, menekankan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan. Menurutnya, kurban harus menjadi bentuk nyata membantu sesama agar tidak ada tetangga yang kelaparan saat sebagian masyarakat hidup berkecukupan.

"Melalui kurban, tidak boleh ada tetangga yang kelaparan di saat kita berkecukupan. Karena itu, jadikan Idul Adha sebagai momentum menghidupkan kembali budaya luhur bangsa, yaitu gotong royong dan saling membantu,"

Makna sosial kurban

Tgk. Sulaiman memaparkan bahwa perayaan Idul Adha sarat nilai kemanusiaan dan pengorbanan. Ia menyebut kurban berfungsi melatih keikhlasan, mengurangi sifat kikir, dan menata kembali prioritas terhadap harta duniawi.

Ia juga menguraikan beberapa nilai inti yang terkandung dalam ibadah kurban:

  • Cinta kepada sesama dan Allah.
  • Ketaatan kepada perintah agama.
  • Kemanusiaan serta kepedulian terhadap fakir miskin.

Dimensi kemanusiaan dan persatuan

Tgk. Sulaiman menegaskan bahwa Islam mengatur hubungan antar-manusia (hablun minannas) sama pentingnya dengan hubungan kepada Allah (hablun minallah). Praktik pembagian daging kurban, ujarnya, menjadi sarana menumbuhkan empati, solidaritas, dan mempererat kebersamaan dalam masyarakat.

"Ibadah kurban mengajarkan kita untuk membangun jiwa berbagi, terutama kepada fakir miskin dan masyarakat yang jarang menikmati daging. Dari sini tumbuh empati dan solidaritas sosial,"

Kutipan Al-Qur'an dan harapan

Dalam khutbah, ia mengutip Surah Al-Kautsar ayat 2 yang menegaskan perintah mendirikan salat dan berkurban sebagai bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah. Ia berharap praktik kurban bisa membersihkan jiwa dan meningkatkan kepedulian sosial di kalangan umat.

"Semoga Allah Swt menerima ibadah kurban kita, membersihkan jiwa kita, dan menjadikan kita pribadi yang lebih peduli terhadap sesama,"

Pesan Tgk. Sulaiman menekankan bahwa selain ritual keagamaan, Idul Adha adalah kesempatan memperkuat nilai sosial di tingkat lokal. Implementasi ajakan tersebut akan menentukan sejauh mana tradisi berbagi dapat menurunkan beban ekonomi keluarga kurang mampu di Aceh.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!