IDI Sulawesi Utara Turun, Pemerintah Siapkan Perbaikan
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan menggelar rapat koordinasi di Manado pada 11 Juni 2026 untuk menindaklanjuti penurunan Indeks Demokrasi Indonesia di Provinsi Sulawesi Utara. Hasil pengukuran IDI 2025 menunjukkan skor Sulawesi Utara sebesar 73,03, turun 8,84 poin dari tahun sebelumnya sehingga statusnya bergeser dari kategori tinggi ke kategori sedang.
Hasil Pengukuran IDI 2025
Skor 73,03 merupakan hasil resmi pengukuran yang menjadi dasar evaluasi pemerintah pusat dan daerah. Penurunan tersebut memicu kekhawatiran karena menunjukkan adanya kelemahan dalam beberapa aspek tata kelola demokrasi di tingkat provinsi.
Respons Pemerintah dan Fokus Rapat
Rapat koordinasi yang dipimpin pihak Kemenko Polkam bertujuan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan. Pertemuan menjadi wadah untuk mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki dan menyusun langkah konkrit agar kualitas demokrasi meningkat.
Indeks Demokrasi Indonesia merupakan instrumen strategis untuk mengukur kualitas demokrasi sekaligus menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih baik. Karena itu, diperlukan komitmen dan kerja sama seluruh pihak agar penguatan demokrasi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polkam, Heri Wiranto, menekankan bahwa evaluasi tidak untuk mencari-cari kesalahan daerah. Evaluasi dimaksudkan sebagai refleksi untuk memperbaiki tata kelola demokrasi secara sistematis.
Melalui evaluasi ini, kita dapat melihat secara objektif kondisi demokrasi di daerah, mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperkuat. Serta menyusun langkah perbaikan yang tepat agar kualitas demokrasi dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat.
Langkah Perbaikan dan Harapan
Pemerintah mendorong penguatan koordinasi antar lembaga pemerintah, partai politik, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil. Langkah yang dibahas antara lain peningkatan partisipasi publik, penguatan transparansi kebijakan, serta peningkatan kapasitas penyelenggara pemilu di tingkat lokal.
Dengan penguatan koordinasi tersebut, diharapkan Sulawesi Utara mampu meningkatkan capaian IDI pada pengukuran berikutnya. Targetnya adalah mengembalikan status kategori tinggi dengan demokrasi yang lebih inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Rapat di Manado juga menegaskan perlunya monitoring berkelanjutan dan indikator terukur untuk menilai kemajuan. Evaluasi berkala dan tindakan kolektif dianggap penting agar perbaikan demokrasi tidak hanya bersifat sementara.
Ke depan, pemerintah pusat dan daerah akan terus memantau implementasi langkah perbaikan dan menyelaraskan program-program pembangunan yang berkaitan dengan kualitas demokrasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenkeu Pastikan Pembiayaan Awal DDMF Tak Gunakan APBN
Kemenkeu memastikan modal awal DDMF tidak menggunakan APBN; instrumen ini akan biayai proyek strategis lewat...
UKWR RRI 2026: Jurnalis RRI Jakarta Harap Lulus dengan Nilai Memuaskan
Peserta UKWR RRI di Jakarta berharap lulus kompeten; ujian 19-20 Agustus 2026 diikuti 71 peserta.
Wamendikdasmen Tekankan Motivasi dan Pendampingan PJJ di Gorontalo
Wamendikdasmen tinjau PJJ di SMAN 1 Gorontalo, menekankan motivasi, pendampingan keluarga, dan pertemuan lur...
RRI Siapkan Jurnalis Hadapi Migrasi Audiens lewat UKWR ke-54
RRI gelar UKWR ke-54 (19-20 Agustus 2026) untuk meningkatkan kompetensi jurnalis dan menanggapi migrasi audi...
Wamendikdasmen Tinjau PJJ di Gorontalo: Pastikan Anak Tetap Belajar
Wamendikdasmen tinjau PJJ di Gorontalo untuk memastikan anak ATS mendapat pendampingan, motivasi, dan layana...
Gempa M7,7 Guncang NTT: Empat Pasar Rusak dan Rantai Pasok Terganggu
Gempa M7,7 di NTT pada 15 Agustus 2026 merusak empat pasar, termasuk Pasar Inpres Ruteng, dan mengganggu ran...