Nasional

Gus Lilur: MBG Bantu Anak Miskin, Pelaksanaan Harus Bersih

Bagikan:
Gus Lilur mendukung Program Makan Bergizi Gratis dan menekankan pengawasan dapur sekolah

Ketua Umum Netra Bakti Indonesia HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur menyatakan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah pada Kamis, 28 Mei 2026. Ia menilai program ini penting untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak dari keluarga kurang mampu di Indonesia, namun menekankan pelaksanaan harus transparan dan bersih agar tepat sasaran.

Dukungan dan catatan utama Gus Lilur

Gus Lilur memuji niat besar pemerintah memberi asupan bergizi bagi murid. Ia menyebut MBG sebagai program mulia yang layak didukung karena berdampak langsung pada kualitas generasi muda.

"MBG ini program sangat mulia, saya pendukung MBG. Anak-anak miskin harus menerima makanan yang layak, sehat, dan disukai,"

Meski mendukung, ia mengingatkan agar pelaksanaan teknis dijaga ketat. Kesalahan ada pada aplikasi program di lapangan, bukan pada gagasan MBG.

Sorotan terhadap pengelolaan anggaran dan dapur

Gus Lilur menyoroti dugaan pemotongan anggaran makanan, lemahnya pengawasan dapur, dan kasus keracunan di sejumlah daerah. Ia menilai masalah itu muncul dari praktik di lapangan, bukan dari desain program.

"Yang salah bukan MBG-nya, yang salah adalah aplikasinya. Presiden punya niat besar memberi makan anak-anak bangsa,"

Ia mengingatkan bahwa pengelola dapur dan pihak terkait tidak boleh mengurangi nilai makanan yang menjadi hak anak. Menurutnya, jika anggaran dipotong, anak-anak lah yang dirugikan.

"Kalau anggaran makanan dipotong, maka yang dirugikan adalah anak-anak, ini harus dihentikan,"

Usulan penguatan pengelolaan dapur berbasis sekolah

Untuk memperpendek rantai distribusi dan memudahkan pengawasan, Gus Lilur mengusulkan pengelolaan dapur berbasis sekolah atau langsung melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Model ini dinilai bisa memastikan makanan tiba dalam kondisi segar dan sesuai standar gizi.

Ia menyarankan keterlibatan berbagai pihak dalam pengawasan, antara lain:

  • Komite sekolah
  • Guru dan orang tua
  • Puskesmas
  • Ahli gizi

"Kalau dapur ada di sekolah, pengawasan lebih mudah. Serta, makanan bisa lebih segar diterima anak-anak,"

Perubahan distribusi oleh BGN dan penegasan kualitas

Badan Gizi Nasional telah menyesuaikan distribusi MBG dari enam hari menjadi lima hari dalam seminggu untuk efisiensi anggaran. Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menyatakan perubahan itu tidak mengurangi kualitas layanan.

"Kita mendukung efisiensi anggaran tersebut. Salah satu bentuk dukungan BGN adalah melakukan perubahan pola pendistribusian MBG yang semula enam hari menjadi lima hari,"

"Konsepnya adalah MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah. Jadi kalau siswanya libur atau ada kegiatan di luar sekolah, maka tidak diberikan MBG,"

Sony menegaskan penyesuaian dimaksudkan agar program lebih efektif dan tepat sasaran tanpa mengurangi nilai bantuan ataupun kualitas pemenuhan gizi.

Gus Lilur menutup dengan harapan agar Program MBG tetap menjadi program sosial yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, bukan proyek bisnis, serta dijalankan dengan pengelolaan anggaran yang utuh sampai ke piring anak-anak.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait