Guru PAUD Kunci Sukses Wajib Belajar 13 Tahun di Aceh Besar
Hj Nurul Fazli, Ketua Pokja I Bunda PAUD Aceh Besar, menegaskan guru PAUD memegang peran kunci dalam menyukseskan Wajib Belajar 13 Tahun. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Pelatihan Guru PAUD Kabupaten Aceh Besar Wilayah V di Gedung UDKP, Kecamatan Darussalam, Senin (15/6).
Pelatihan dan peserta
Pelatihan diselenggarakan atas inisiatif Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar. Kegiatan dihadiri guru PAUD dari beberapa kecamatan di wilayah setempat.
- Darussalam
- Kuta Baro
- Krueng Barona Jaya
- Mesjid Raya
- Baitussalam
Guru PAUD sebagai fondasi
Nurul Fazli menjelaskan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menempatkan satu tahun pra-sekolah sebagai fondasi sebelum pendidikan dasar dan menengah. Menurutnya, keberhasilan kebijakan bergantung pada kekuatan layanan PAUD di tingkat awal.
"Artinya, pintu gerbang kesuksesan wajib belajar 13 tahun ini ada di tangan Ibu-ibu para guru PAUD sekalian. Jika gerbang pertamanya kuat, maka perjalanan pendidikan anak-anak kita ke depan akan jauh lebih mudah,"
Fokus: aksesibilitas dan kualitas
Pokja Bunda PAUD Aceh Besar menekankan dua aspek utama untuk mencapai target nasional: aksesibilitas dan kualitas pendidikan. Aksesibilitas berarti memastikan semua anak usia dini memperoleh layanan PAUD. Kualitas mencakup penyelenggaraan pembelajaran yang bermutu dan menyenangkan.
Untuk itu, pelatihan diarahkan memperkuat kemampuan guru menciptakan proses belajar sesuai karakter anak usia dini. Nurul Fazli menolak pendekatan yang menekankan penguasaan calistung berlebihan. Ia menekankan pembelajaran melalui bermain yang bermakna dan pembentukan kematangan emosional anak.
"Pembelajaran di PAUD harus dilakukan melalui metode bermain yang bermakna, bukan berorientasi pada penguasaan calistung secara berlebihan,"
Harapan kolaborasi dan dukungan
Nurul Fazli mendorong guru PAUD menjadi agen penggerak di masyarakat untuk mensosialisasikan pentingnya pendidikan usia dini. Ia meminta agar setelah pelatihan, guru berkolaborasi dengan Pokja PAUD kecamatan dan gampong.
"Kita harus memastikan tidak ada lagi anak usia dini di Kabupaten Aceh Besar yang melewatkan masa emasnya tanpa merasakan pendidikan PAUD,"
Sekretaris Disdikbud Aceh Besar, Fahrurrazi SE, mengapresiasi inisiatif pelatihan yang diusulkan Bunda PAUD dan Ketua Pokja. Ia berharap peningkatan kapasitas guru akan melahirkan generasi yang cerdas, mandiri, dan siap melanjutkan pendidikan.
Pokja Bunda PAUD Aceh Besar berkomitmen mengawal implementasi kebijakan hingga tingkat gampong. Upaya ini diharapkan meningkatkan mutu layanan PAUD dan kesejahteraan tenaga pendidik di daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...