Wamenag Tekankan Makna Muharram pada Gebyar MUI Sumut
Medan — Wakil Menteri Agama, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, SH M.Hum, hadir dan berpidato pada Gebyar Muharram 1448 H yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara di Medan pada 16–17 Juni 2026. Ia meminta agar Tahun Baru Islam dimanfaatkan untuk muhasabah, pembaruan, dan penguatan peran umat dalam kehidupan berbangsa.
Makna Muharram menurut Wamenag
Dalam sambutannya di hadapan ulama, tokoh masyarakat, dan akademisi, Wamenag menegaskan bahwa Muharram bukan sekadar pergantian kalender. Ia menilai momentum itu penting untuk evaluasi diri dan memperbarui semangat perjuangan umat.
"Muharram harus menjadi momentum evaluasi diri, memperbarui semangat perjuangan, dan memperkuat komitmen untuk menghadirkan kebaikan serta kebenaran di tengah masyarakat,"
Isu keumatan dan kebangsaan
Romo Muhammad Syafi’i juga menyinggung isu yang mengaitkan Islam dengan terorisme. Ia menekankan bahwa di masa pemerintahan saat ini stigma tersebut tidak boleh lagi muncul, sebab Islam menurutnya membawa rahmat, perdamaian, dan kemaslahatan.
Selain itu, Wamenag memberi catatan positif pada penyelenggaraan ibadah haji. Ia menilai pelayanan haji terus membaik dan lebih terorganisir, sehingga kenyamanan dan keamanan jamaah meningkat.
Kemandirian MUI Sumatera Utara
Wamenag memuji MUI Sumatera Utara atas kemampuan menyelenggarakan Gebyar Muharram secara mandiri tanpa bergantung pada dana APBD. Ia melihat hal ini sebagai tanda kuatnya partisipasi umat dalam mendukung kegiatan keumatan.
"Kegiatan ini menunjukkan kemandirian MUI. Pelaksanaan Gebyar Muharram tidak bergantung pada dana APBD, tetapi dapat terlaksana dengan baik melalui dukungan dan partisipasi umat. Ini patut diapresiasi,"
Ia juga menyatakan kesediaannya menjadi penghubung aspirasi umat kepada pemerintah pusat dan menjanjikan jalur komunikasi yang baik antara ulama dan pemerintah.
Pesan dari MUI Sumut
Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menegaskan pentingnya kemandirian organisasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen umat. Menurutnya, MUI harus berkembang menjadi lembaga yang mandiri, profesional, dan berkelanjutan dalam program keumatan.
"MUI Sumatera Utara harus terus bergerak menuju kemandirian. Dengan kemandirian tersebut, MUI akan semakin kuat dalam melaksanakan program-program yang bermanfaat bagi umat,"
Peluncuran Kalender Hijriyah 1448 H
Salah satu agenda penting dalam rangkaian acara adalah peluncuran Kalender Hijriyah 1448 H MUI Sumut yang berlangsung sebagai bagian peringatan Tahun Baru Islam. Kalender ini merupakan tradisi tahunan MUI Sumut dan tahun ini menjadi penerbitan ke-17 berturut-turut.
KH. Dr. Arso, M.Ag., Ketua Lembaga Falakiyah sekaligus Ketua Komisi Fatwa MUI Sumut, menegaskan bahwa kalender tersebut bukan sekadar seremonial tetapi bagian dari tanggung jawab keilmuan dan pelayanan umat untuk memberikan pedoman waktu ibadah yang memiliki landasan syar'i dan konstitusional.
Gebyar Muharram di Medan menegaskan peran MUI lokal sebagai penyelenggara kegiatan keumatan yang mandiri sekaligus mendorong dialog produktif antara pemuka agama dan pemerintah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bupati Simalungun Lepas Paskibraka 2026 dan Beri Apresiasi
Bupati Anton Saragih melepas dan memberi apresiasi kepada Paskibraka Simalungun 2026 usai sukses bertugas pa...
DPRD Minta LLDIKTI Lindungi Mahasiswa Setelah Akreditasi UDA Dicabut
DPRD Sumut mendesak LLDIKTI lindungi mahasiswa UDA setelah BAN-PT mencabut akreditasi, untuk mencegah ketida...
Bupati Serdang Bedagai Kunjungi Warung Idola, Dukung UMKM Lokal
Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya mengunjungi Warung Idola di Desa Firdaus (17/8) dan memberi dukungan...
Polres Paluta Ungkap 5 Kasus Narkoba, 22,77 g Sabu Disita
Polres Padang Lawas Utara ungkap lima kasus narkoba, sita 22,77 g sabu dan 17 butir ekstasi; penindakan dipe...
Polsek Siantar Martoba Evakuasi Lansia Korban Penyekapan di Jalan Deyah
Polsek Siantar Martoba merespons laporan penyekapan lansia di Jalan Deyah, Siantar Sitalasari, setelah lapor...
Kritik Pencopotan Poppy Marulita oleh IGoWa: Salah Alamat
Pencopotan Poppy Marulita dari Kabiro Perekonomian Sumut dikritik IGoWa karena dianggap salah alamat dan ber...