Kritik Pencopotan Poppy Marulita oleh IGoWa: Salah Alamat
MEDAN, Pencopotan Poppy Marulita Hutagalung dari posisi Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara oleh Gubernur Bobby Nasution menuai kritik tajam. Keputusan itu dinilai keliru karena menempatkan Poppy sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pengendalian inflasi, padahal tugas struktural dan pengarah utama berada di level gubernur dan wakil gubernur.
Kritik IGoWa: pencopotan dianggap salah alamat
Direktur Indonesian Government Watch (IGoWa) Sutrisno Pangaribuan menilai pencopotan itu adalah upaya menjadikan Poppy sebagai kambing hitam atas buruknya pengendalian harga kebutuhan pokok di Sumatera Utara. Pernyataan itu disampaikan Sutrisno di Medan, Selasa (18/8).
Maka pencopotan Poppy tidak tepat jika Bobby menilai Poppy tidak mampu mengendalikan harga kebutuhan pokok di Sumatera Utara
Sutrisno menegaskan pihak yang paling bertanggung jawab atas kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah adalah Gubernur dan Wakil Gubernur, bukan kepala biro yang hanya bertindak sebagai pelaksana harian.
Posisi biro dan peran dalam TPID
Berdasarkan Perda No.10 Tahun 2025 tentang perubahan atas Perda No.8 Tahun 2022, Kepala Biro Perekonomian berkedudukan sebagai pembantu Asisten Perekonomian dan Pembangunan dengan eselon II B. Dalam struktur TPID Sumut, jabatan itu berfungsi sebagai Ketua Pelaksana atau Koordinasi Harian.
Pembina atau pengarah utama TPID tetap dipegang oleh Gubernur, sedangkan Wakil Pengarah adalah Wakil Gubernur bersama Penjabat Sekretaris Daerah. Dengan demikian, tanggung jawab strategis berada pada pimpinan provinsi.
Rekam jejak Poppy dan usulan penempatan
Sutrisno menyatakan pernah bermitra dengan Poppy saat yang bersangkutan masih staf Bappeda. Ia menilai kepakaran Poppy lebih kuat di bidang perencanaan dan tata ruang, bukan urusan makroekonomi atau pengendalian harga.
Menurut Sutrisno, jika ada kajian kompetensi, posisi Kabiro Perekonomian seharusnya diisi pejabat eselon II berlatar ekonomi. Sedangkan Poppy lebih layak dipindahkan ke posisi terkait perencanaan, seperti Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), bukan menjadi Kepala Bidang Peternakan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Tuduhan politisasi dan tuntutan keterbukaan
Sutrisno menduga pencopotan juga dipengaruhi preferensi politik dan hubungan personal, mengingat Poppy merupakan pejabat dari era Gubernur sebelumnya. Ia menilai ada upaya penempatan loyalis dari masa pimpinan kota ke posisi strategis di pemerintahan provinsi.
Penilaian akumulatif yang tidak dijelaskan secara rinci dan detail menjadi bukti bahwa Bobby mencopot Poppy dengan alasan subjektif, like or dislike
Ia mendesak Gubernur Bobby Nasution memberikan penjelasan terbuka dan bukti objektif terkait alasan pencopotan, dengan menekankan bahwa pengisian jabatan publik harus berdasar kinerja terukur, bukan preferensi pribadi.
Permintaan klarifikasi dan bukti kinerja akan menentukan apakah keputusan personel ini dipandang sebagai langkah administratif atau politis oleh publik dan pemangku kepentingan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...