Nasional

Guru Jadi Kunci Penerapan Bahasa Inggris Wajib di Kelas 3 SD

Bagikan:
Guru mengajar bahasa Inggris di kelas SD, menekankan kemampuan berbicara dan kebiasaan berbahasa

M. Lizam, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Kids Republic Primary Jakarta Timur, menilai kesiapan guru menjadi kunci utama suksesnya penerapan bahasa Inggris wajib untuk siswa kelas 3 SD yang mulai diberlakukan bertahap pada tahun ajaran 2027/2028. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara di RRI Pro 3 pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Guru sebagai faktor penentu

Lizam menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia, khususnya guru, menentukan keberhasilan kebijakan ini. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru penting agar pembelajaran sesuai kebutuhan dan kemampuan anak.

"SDM itu sebetulnya, yang di sini guru menjadi salah satu faktor utama nih untuk menunjang program ini untuk bisa berhasil. Kompetensi guru itu sangat penting sekali,"

Ia menambahkan guru tidak bisa hanya mengandalkan pelatihan dari pemerintah. Guru juga perlu aktif memanfaatkan beragam platform pembelajaran untuk menambah kemampuan mengajar.

Fokus awal: kemampuan berbicara

Lizam menyarankan pendekatan pembelajaran yang dimulai dari kemampuan berbicara (speaking) bagi anak kelas 3 SD. Paparan bahasa Inggris melalui aktivitas sehari-hari lebih dulu diberikan sebelum menuntut penggunaan mandiri.

"Untuk anak seusia kelas 3, seusia SD, maka kita mulai dulu dari speaking-nya dulu. Bersama anak-anak, kita melakukan sesi speaking, sesi menulis dilakukan pada waktu tertentu," kata dia.

Strategi ini bertujuan membangun keberanian anak mencoba berbicara tanpa takut salah.

Menangani tata bahasa dan kebiasaan berbahasa

Meski menekankan keberanian berbicara, Lizam menyadari penguasaan tata bahasa (grammar) masih menjadi tantangan. Guru perlu memperbaiki kesalahan siswa dengan cara yang tidak menakutkan.

"Yang penting kita utamakan dulu, mereka berani mencoba. Nanti kalau perlu dibenahi, kita berikan susunan tata bahasa yang benar," ujar Lizam.

Di sekolahnya, kebiasaan mendengar, menirukan, dan mengucapkan bahasa Inggris diterapkan dalam aktivitas harian agar siswa terbiasa.

Peran teman sekelas dan penguatan bahasa ibu

Lizam juga menyoroti perbedaan kemampuan antar siswa. Metode pembelajaran bersama atau peer learning dinilai efektif agar siswa yang sudah terbiasa dapat membantu teman yang belum mahir.

"Teman yang sudah menguasai bahasa Inggris bisa mengajak teman yang belum terbiasa. Mereka akan jauh lebih percaya diri," katanya.

Sebelum memperkenalkan bahasa asing, fondasi bahasa Indonesia yang kuat perlu dipastikan. Menurut Lizam, penguasaan bahasa ibu menjadi dasar bagi anak saat mempelajari bahasa kedua.

Kesimpulan dan prospek

Selain peningkatan kompetensi guru, konsistensi pembelajaran melalui kegiatan singkat dan rutin menjadi kunci agar kebiasaan berbahasa Inggris terbentuk. Dengan persiapan yang matang, implementasi bahasa Inggris wajib untuk kelas 3 SD dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait