Pimpinan DPR Temui Buruh saat Pengesahan RUU Ketenagakerjaan
Jakarta - Pimpinan DPR RI menemui massa buruh yang berdemonstrasi di depan Kompleks Parlemen, Senayan, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Pertemuan itu berlangsung saat pembahasan dan proses pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan. Pertemuan dimaksudkan untuk menerima aspirasi sekaligus mengimbau agar aksi berjalan tertib.
Pertemuan Pimpinan DPR dengan Massa
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad turun menemui peserta aksi. Ia didampingi Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dan Saan Mustopa. Dasco kemudian naik ke mobil komando untuk menyampaikan beberapa poin kepada buruh.
Menurut Dasco, pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan merupakan respons DPR dan pemerintah terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023. Ia juga mengingatkan agar peserta aksi mengakhiri kegiatan dengan tertib karena kegiatan berlangsung pada jam kerja.
Kami tadi karena diminta, kami menyampaikan ke depan supaya juga kemudian setelah penyampaian mereka dapat dengan tertib dan bisa rapi membubarkan diri. Karena ini juga jam kerja, saya lihat di jalan-jalan tadi penuh
Respons dan Pesan dari Kapolri
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memberi apresiasi atas cara penyampaian aspirasi oleh buruh. Ia menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak yang dijamin undang-undang.
Saya selaku Kepala Kepolisian Republik Indonesia mengucapkan terima kasih. Kami juga mengapresiasi sebesar-besarnya untuk teman-teman buruh
Suyudi juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung. Ia meminta buruh menjadi teladan dalam menyampaikan pendapat karena aksi disaksikan publik luas.
Teman-teman semua, walaupun penyampaian aspirasi juga disaksikan, ditonton oleh masyarakat Indonesia. Jadi buruh harus menjadi contoh
Konteks RUU dan Harapan Pekerja
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan dinilai sebagai regulasi yang sudah lama dinantikan kalangan pekerja. Suyudi menyebut rencana pengesahan itu sebagai "kado" yang ditunggu para buruh dan berharap undang-undang dapat disahkan sesuai atensi Presiden tahun ini.
Proses di DPR berjalan bersamaan dengan penerimaan aspirasi di lapangan. Pertemuan ini menunjukkan sinyal bahwa parlemen membuka ruang dialog sembari melanjutkan mekanisme legislasi.
Penutup: Pertemuan pimpinan DPR dengan massa buruh dan pernyataan Kapolri menegaskan dua hal sekaligus: komitmen pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan dan pentingnya ketertiban saat menyampaikan aspirasi. Ke depan, publik menunggu keputusan akhir DPR terkait RUU tersebut dan implementasi aturan untuk perlindungan pekerja.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BGN Uji Sistem Prasmanan MBG di Kelas, Makanan Disajikan Hangat
BGN uji coba penyajian MBG secara prasmanan di kelas sejak 5 Oktober 2026 untuk menjaga makanan hangat dan m...
Airlangga Sebut Keunggulan Maung MV3 Garuda Limousine
Airlangga nilai Maung MV3 Garuda Limousine nyaman dengan kursi reclining, interior mewah, dan teknologi seta...
Hari Cerebral Palsy Sedunia 2026: Tema 'Unique and United' dan Sejarahnya
Hari Cerebral Palsy Sedunia diperingati 6 Oktober 2026 dengan tema Unique and United untuk dorong inklusi da...
MenPPPA Dorong Perlindungan Perempuan dalam RUU Ketenagakerjaan
MenPPPA Arifah Fauzi dorong penguatan perlindungan perempuan dan anak dalam RUU Ketenagakerjaan untuk cegah...
Pendaftar TKA 2026 Naik Hampir 10%, Capai 4,2 Juta
Pendaftar TKA 2026 naik hampir 10% menjadi 4,2 juta; 3,86 juta menyelesaikan pendaftaran. Tes digelar 26 Okt...
Hari ke-23 Pencarian KM Virgo Nihil, 53 Korban Masih Hilang
Operasi SAR hari ke-23 pencarian KM Virgo di Laut Jawa nihil; 190 dari 243 ditemukan, 53 masih hilang, salva...