Nasional

BINUS Business School Raih MBA Terbaik Indonesia untuk Keenam Kali

Bagikan:
Penghargaan BINUS Business School dan logo QS Global MBA Rankings

BINUS Business School kembali dinobatkan sebagai program Master of Business Administration (MBA) terbaik di Indonesia oleh QS Global MBA Rankings 2027. Penghargaan ini menandai pencapaian keenam berturut-turut sejak 2022 dan diumumkan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.

Peringkat nasional dan posisi global

Secara nasional, BINUS Business School (BBS) mempertahankan posisi teratas berdasarkan overall score. Di tingkat internasional, program Magister Manajemen BBS masuk dalam Top 200 dunia dengan peringkat pada kisaran #191-200. Selain itu, BBS tetap berada dalam kelompok Top 30 Asia.

Komentar pimpinan BBS

Asnan Furinto, Dekan BSS Master Program, menyatakan bahwa pemeringkatan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas. Menurutnya, fluktuasi posisi adalah bagian normal dari proses pengembangan.

“Ranking ini memang sebuah journey, jadi kita mesti melihat rank di tahun ini. BBS juga mempertahankan posisi teratas Indonesia berdasarkan overall score.”

Executive Dean BBS, Dezie L. Warganegara, menambahkan bahwa hasil pemeringkatan mencerminkan penilaian eksternal yang kredibel terhadap kinerja institusi.

“BBS menjalankan perannya untuk mempersiapkan calon pemimpin bisnis masa depan. Pemeringkatan ini menjadi tolok ukur untuk melihat apakah perjalanan pengembangan program berjalan tepat.”

Metodologi penilaian QS

QS Global MBA Rankings 2027 mengevaluasi program berdasarkan lima aspek utama: employability, return on investment, entrepreneurship, diversity, dan thought leadership. Aspek employability memiliki bobot terbesar dan diukur melalui survei industri kepada perusahaan yang mempekerjakan alumni BBS.

“Employability mengukur kepuasan perusahaan terhadap kualitas alumni dan kemampuan beradaptasi. Employability itu sifatnya survei kepada industri, kepada perusahaan yang memiliki alumni dari Business School.”

Aspek return on investment menilai manfaat nyata bagi lulusan, termasuk kenaikan remunerasi, jaringan profesional, promosi, dan peluang karier. Sementara aspek entrepreneurship melihat kontribusi alumni sebagai pengusaha, dan diversity menilai keberagaman mahasiswa serta komposisi dosen lokal dan internasional.

“Pendidikan MBA membutuhkan investasi waktu, biaya, dan pengorbanan pribadi dari mahasiswa. Return-nya jauh lebih besar daripada pengorbanannya, seperti dari sisi kenaikan network.”

Aspek terakhir, thought leadership, mengukur dampak penelitian dosen melalui publikasi yang memiliki pengaruh akademik.

Dampak dan langkah ke depan

BBS menegaskan akan terus menjalankan continuous improvement pada setiap komponen penilaian untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas. Pimpinan institusi memandang hasil pemeringkatan bukan sekadar target, melainkan alat evaluasi untuk menemukan ruang perbaikan.

Dengan posisi teratas nasional dan pengakuan global, BBS berharap dapat terus memperkuat jaringan industri, meningkatkan peluang karier alumni, dan memperluas kontribusi riset akademik dalam beberapa tahun ke depan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait