Pemerintah Gencarkan Gernas RANA Perkuat Perlindungan Anak
Pemerintah mempercepat pelaksanaan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA) sebagai strategi nasional mencegah kekerasan terhadap anak. Pernyataan itu disampaikan Menko PMK Pratikno dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026, yang menegaskan perlunya lingkungan aman di keluarga, sekolah, ruang publik, dan ruang digital.
Tujuan dan prioritas program
Gernas RANA dirancang untuk menjadi fondasi perlindungan anak. Pemerintah menargetkan anak tumbuh sehat fisik, mental, sosial, dan spiritual sehingga mampu belajar dan mengembangkan kemampuan sebagai calon sumber daya manusia unggul.
Dalam konferensi pers, Menko PMK menegaskan bahwa upaya ini berperan menyiapkan generasi untuk mencapai visi Indonesia Emas di masa depan.
Ruang lingkup perlindungan
Program ini meliputi penguatan lingkungan keluarga, sekolah, ruang publik, dan ruang digital. Selain pencegahan, pemerintah juga menyiapkan sistem respons cepat untuk menanggapi kasus kekerasan terhadap anak.
Langkah respons cepat mencakup mekanisme pelaporan dan penanganan yang terkoordinasi agar korban mendapat perlindungan dan pendampingan dini.
Kolaborasi lintas lembaga
Pratikno menekankan perlunya sinergi antar kementerian dan pemerintah daerah. Kerja sama itu dinilai penting untuk memastikan program berjalan terpadu di berbagai tingkatan pemerintahan dan lingkungan masyarakat.
Dengan koordinasi yang kuat, pemerintah berharap intervensi dapat menjangkau kelompok rentan dan menutup celah perlindungan di lapangan.
Peran Kementerian Agama
Wakil Menteri Agama Romo R. Muhammad Syafi'i menyatakan dukungan penuh Kementerian Agama terhadap Gernas RANA. Dukungan diberikan melalui penguatan perlindungan anak di madrasah dan pesantren.
Romo menyebutkan bahwa satuan pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam mencegah dan menangani kekerasan, serta terus memperkuat regulasi, kanal pengaduan, dan edukasi antikekerasan.
"Indonesia masa depan yang lebih maju, makmur, sejahtera, dan bermartabat sangat ditentukan bagaimana kita mendidik serta memperlakukan anak saat ini," — Romo R. Muhammad Syafi'i, Wakil Menteri Agama.
Implikasi dan langkah ke depan
Gernas RANA diposisikan sebagai investasi jangka panjang untuk melindungi anak dan menyiapkan generasi produktif. Keberhasilan program bergantung pada keterlibatan keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat luas.
Ke depan, pemerintah perlu memastikan implementasi kebijakan, alur respons, dan kapasitas tenaga perlindungan anak tetap terjaga agar tujuan pencegahan kekerasan dan penciptaan ruang aman tercapai.
"Ini adalah fondasi pertama agar anak bisa tumbuh sehat, sehat secara fisik, mental, sosial, dan spiritual," — Pratikno, Menko PMK.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BPBD: Semua Titik Api Karhutla di Jatim Sudah Padam
BPBD Jawa Timur memastikan semua titik api karhutla telah padam, namun pemantauan titik panas melalui SiPong...
Pelestarian Batik: Wamenperin Dorong Perajin Ikuti Pasar
Wamenperin Faisol Riza mendorong pelestarian batik seiring penguatan perajin agar mampu mengikuti pasar, did...
Kemenkum Fasilitasi Mediasi Sengketa Merek ASICS
Kemenkum memfasilitasi mediasi ASICS vs Toko Istana Sepatu pada 3 Okt 2026 di Jakarta untuk menyelesaikan du...
Komdigi: Perlindungan Sisa Kuota Tak Boleh Dikenai Biaya
Kemkomdigi menegaskan sisa kuota pelanggan tidak boleh dikenai biaya, merujuk putusan MK; pemerintah akan ev...
PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026, Solidaritas untuk Palestina
PBNU keluarkan pedoman Hari Santri 2026 berfokus pada tradisi, layanan masyarakat, dan solidaritas kemanusia...
Terapi Seni Bantu Pulihkan Trauma Anak, Ini Cara dan Perannya
Seni atau art terapi dinilai efektif bantu pulihkan trauma anak melalui ekspresi kreatif, lingkungan aman, d...