GEM Prioritaskan K3 untuk Lindungi Pekerja Energi Baru
GEM Co., Ltd. menegaskan komitmen memperkuat perlindungan pekerja dengan menjadikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai prioritas utama. Pernyataan disampaikan terkait penerapan standar K3 pada seluruh area operasional industri energi baru di Indonesia, Jumat, 15 Mei 2026.
Penegakan standar dan distribusi APD
Perusahaan memastikan distribusi Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar industri dan regulasi yang berlaku. Selain itu, GEM rutin melakukan audit dan inspeksi lapangan untuk memastikan sistem keselamatan kerja berjalan optimal.
Evaluasi prosedur keselamatan dilakukan secara berkala. Langkah ini dimaksudkan untuk menutup celah risiko dan menjaga konsistensi penerapan K3 di semua unit operasional.
Pelatihan dan budaya sadar K3
GEM mendorong budaya sadar K3 melalui program pelatihan rutin dan simulasi tanggap darurat. Perusahaan memberi edukasi intensif tentang penggunaan APD untuk seluruh karyawan.
Tujuannya adalah menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Lingkungan seperti ini diharapkan memberi ketenangan bagi pekerja saat menjalankan tugas setiap hari.
Tindakan konkret perusahaan
- Distribusi APD sesuai standar dan regulasi;
- Audit dan inspeksi lapangan berkala;
- Evaluasi prosedur keselamatan secara rutin;
- Pelatihan dan simulasi tanggap darurat bagi pekerja.
Pernyataan CEO
CEO PT QMB New Energy Materials, Pan Hua, menegaskan keselamatan pekerja selalu menjadi prioritas perusahaan. Ia menyatakan keberhasilan perusahaan juga diukur dari kemampuan menjaga keselamatan seluruh karyawan.
"Bagi kami, K3 adalah investasi kemanusiaan dan keselamatan pekerja merupakan prioritas yang tidak bisa ditawar."
Pan Hua menambahkan bahwa penguatan sistem keselamatan kerja akan terus disesuaikan dengan perkembangan industri dan operasional perusahaan.
Dampak dan prospek
GEM berharap langkah ini mendukung terciptanya industri hijau yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan di Indonesia. Penguatan K3 juga diharapkan meningkatkan kepercayaan pekerja dan pemangku kepentingan terhadap operasi perusahaan.
Ke depan, perusahaan akan meneruskan audit, pelatihan, dan penyesuaian standar untuk menjaga konsistensi keselamatan kerja di seluruh lini operasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...
IHSG Diprakirakan Konsolidasi Menjelang Data Inflasi 1 Okt 2026
Pelaku pasar menunggu data inflasi BPS (1 Okt 2026); IHSG diperkirakan konsolidasi di kisaran 6.000-6.200 se...
Rupiah Menguat ke Rp17.894 Didukung Komitmen BI dan Harapan AS-Iran
Rupiah ditutup menguat 0,48% ke Rp17.894 per dolar AS, didorong pernyataan BI soal instrumen stabilisasi dan...