Lokal

BMKG: Gelombang 1,25–2,5 m di Perairan Sumut 27–29 Okt

Bagikan:
Nelayan dan kapal di pesisir Sumatera Utara menghadapi peringatan gelombang tinggi 27–29 Oktober 2026

Medan — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Sumatera Utara pada 27–29 Oktober 2026. Peringatan dikeluarkan berdasarkan prakiraan Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Medan.

Wilayah terdampak

BMKG menyebutkan beberapa kawasan yang berisiko mengalami gelombang tinggi selama periode tersebut. Area ini meliputi perairan di sekitar kepulauan Nias dan Batu serta Samudra Hindia barat Nias.

  • Perairan Timur Kepulauan Nias
  • Perairan Barat Kepulauan Nias
  • Perairan Kepulauan Batu
  • Perairan Barat Kepulauan Batu
  • Samudra Hindia barat Kepulauan Nias

Risiko keselamatan pelayaran

Kondisi ini berisiko bagi aktivitas pelayaran, terutama bagi nelayan serta kapal tongkang. BMKG memaparkan ambang risiko berdasarkan kombinasi kecepatan angin dan tinggi gelombang.

  • Perahu nelayan berisiko jika angin mencapai 15 knot dan gelombang 1,25 meter.
  • Kapal tongkang berisiko jika angin mencapai 16 knot dan gelombang 1,5 meter.

Penyebab kondisi maritim

Prakirawan BMKG Sumatera Utara, Kristen Marpaung, menjelaskan beberapa faktor meteorologi yang mendukung peningkatan gelombang dan potensi hujan di wilayah setempat.

Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) terpantau aktif secara spasial. Selain itu, adanya daerah belokan angin dan konvergensi turut mendukung aktivitas konvektif di wilayah Sumbagut. Suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat Sumatera serta perairan barat dan timur Sumbagut juga berpotensi meningkatkan kandungan uap air di atmosfer sehingga berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan, jelas Kristen Marpaung pada Senin (26/10).

BMKG menambahkan pola angin di perairan Sumbagut umumnya bergerak dari timur laut ke barat daya dengan kecepatan antara 6–30 knot, kondisi yang turut memengaruhi tinggi gelombang.

Imbauan kepada pengguna laut

BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan dan memantau informasi cuaca maritim terbaru sebelum berlayar. Pengguna laut diminta tidak memaksakan pelayaran jika kondisi dinilai membahayakan.

Informasi potensi gelombang tinggi ini berlaku pada 27–29 Oktober 2026. Nelayan dan operator kapal diharapkan menjadikan peringatan cuaca maritim sebagai bahan pertimbangan utama saat merencanakan aktivitas di laut.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait