Bupati Sergai Letakkan Batu Pertama Gedung Suluk PPITTNI di Sei Rampah
Sei Rampah, Sergai — Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya meletakkan batu pertama pembangunan Gedung Suluk milik Perkumpulan Pengajian Ilmu Tasawuf Thoriqho Naqsabandiyah Indonesia (PPITTNI) pada Selasa, 30 Juni. Kegiatan berlangsung di Desa Pergulaan, Kecamatan Sei Rampah. Pembangunan ini dimaksudkan untuk memperkuat pembinaan spiritual sekaligus pendidikan akhlak bagi masyarakat.
Tujuan dan fungsi Gedung Suluk
Pembangunan Gedung Suluk diharapkan tidak sekadar menjadi tempat ibadah. Pemerintah dan pengurus PPITTNI melihatnya sebagai pusat pembinaan karakter dan pendidikan moral. Fasilitas ini akan menjadi ruang pengajian, suluk, dan kegiatan keagamaan yang mendekatkan umat kepada nilai-nilai keagamaan.
"Keberadaan sarana religi seperti Gedung Suluk ini memiliki arti yang sangat penting. Tidak hanya menjadi tempat ibadah dan pembinaan spiritual, tetapi juga menjadi pusat pendidikan akhlak, penguatan karakter, serta pembentukan generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan mencintai bangsa maupun daerahnya,"
Peran pemerintah daerah dan masyarakat
Bupati Darma Wijaya mengapresiasi PPITTNI yang memilih Kabupaten Sergai sebagai lokasi pusat pembinaan religi. Ia menekankan pembangunan fisik harus beriringan dengan pembinaan mental dan spiritual masyarakat.
Menurut Bupati, proses pembangunan perlu dukungan bersama. Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi modal penting agar proyek berjalan lancar dan memberi manfaat luas.
Sikap ulama dan peran tokoh agama
Pemkab menyatakan ulama, tokoh agama, dan lembaga keagamaan adalah mitra strategis. Mereka memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan membimbing masyarakat menghadapi dinamika sosial.
"Peran beliau-beliau dinilai penting dalam membimbing masyarakat menghadapi dinamika kehidupan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan,"
Pernyataan pengasuh dan rencana kegiatan
Pengasuh Tertinggi PPITTNI, Buya Syekh Muhammad Ali Idris, menjelaskan fungsi Gedung Suluk. Ia menyebut fasilitas ini akan dipakai untuk pembinaan rohani, pengajian, dan praktik suluk sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
"Fasilitas ini akan digunakan untuk pelaksanaan pembinaan rohani, pengajian, serta kegiatan suluk sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus membentuk pribadi yang lebih baik secara spiritual,"
Hadirin dan dukungan lintas unsur
Acara peletakan batu pertama dihadiri jajaran PPITTNI pusat dan wilayah, unsur Forkopimda Sergai, pejabat Pemkab, serta tokoh agama. Kehadiran eksternal ini menunjukkan dukungan luas terhadap proyek tersebut.
Dengan dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan, pembangunan Gedung Suluk diharapkan rampung tepat waktu. Proyek ini berpotensi menjadi pusat pembinaan religi yang memperkuat kualitas sumber daya manusia di Sergai.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Siswi SMK di Berastagi Membaik setelah Keracunan MBG, Dirawat di PICU
Siswi SMK Berastagi berusia 17 tahun dirawat di RSU Haji Medan setelah keracunan MBG; kondisinya membaik nam...
Binjai Waspada Pancaroba: Dinkes dan BPBD Ingatkan Empat Penyakit
Dinkes dan BPBD Binjai mengimbau waspada selama pancaroba: antisipasi angin, banjir, serta empat penyakit um...
Wali Kota Pematangsiantar Pimpin HLM Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi
Wali Kota Wesly pimpin HLM TPID-TP2DD-TPAKD di BI Pematangsiantar untuk jaga inflasi, percepat ETPD, dan per...
Tokoh Subulussalam Sepakat Hidupkan Kembali OGLS Rundeng
Tokoh Subulussalam, Wali Kota, dan mantan pejabat sepakat menghidupkan kembali OGLS Rundeng untuk melestarik...
Hujan Deras dan Angin Kencang Rusak 120 Rumah di Medan Johor
Hujan deras dan angin kencang pada 18/8 merusak 120 rumah di Medan Johor; polisi turun tangan dan dirikan te...
Wakil Ketua PDI-P Desak Copot Kepala BGN Sumut Usai Keracunan MBG
Wakil Ketua PDI-P Sumut mendesak pencopotan Kepala BGN Sumut setelah ratusan siswa keracunan dalam program M...