Lokal

Siswi SMK di Berastagi Membaik setelah Keracunan MBG, Dirawat di PICU

Bagikan:
Ilustrasi perawatan pasien remaja di ruang perawatan intensif rumah sakit

Medan — Seorang siswi SMK Negeri 1 Berastagi berusia 17 tahun dirawat di RSU Haji Medan setelah mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat, 14 Agustus. Kondisinya dilaporkan membaik namun masih mendapatkan perawatan intensif di Pediatric Intensive Care Unit (PICU), kata rumah sakit, Rabu (19/8).

Kondisi pasien saat dirawat

Menurut keterangan rumah sakit, siswi tersebut tiba dalam kondisi lemas dan mengeluhkan nyeri hebat di area perut. Gejala yang muncul membuat tim medis melibatkan beberapa spesialis untuk penanganan segera.

Penanganan medis yang diberikan

Pihak RSU menyebutkan sejumlah dokter spesialis diturunkan untuk menangani pasien. Penanganan diberikan secara terpadu untuk meredakan gejala dan memantau fungsi vital.

  • Dokter Subspesialis Anak konsultan Emergency dan Rawat Intensif Anak
  • Dokter Subspesialis Anak Konsultan Gastroenterologi
  • Dokter Spesialis Jiwa

Perkembangan terbaru

Direktur rumah sakit melalui Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan menyatakan kondisi siswi secara bertahap membaik meski masih dalam pemantauan ketat di ruang PICU. Menurut pernyataan itu, dalam beberapa hari mendatang pasien diperkirakan cukup stabil untuk dipindahkan ke ruang rawat inap biasa.

“Kondisi siswi tersebut saat ini sudah semakin berangsur membaik, tapi masih dirawat di ruangan Pediatric Intensive Care Unit (PICU),”

Kronologi singkat kejadian

Insiden keracunan terjadi pada program MBG di Berastagi pada Jumat, 14 Agustus. Pasien kemudian dirujuk ke RSU Haji Medan dan menjalani perawatan intensif sejak tiba di rumah sakit.

Implikasi dan tindak lanjut

Kasus ini menyorot pentingnya pengawasan pada program pemberian makanan massal di institusi pendidikan. RSU Haji Medan terus memantau kondisi pasien dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pemulihan penuh dan mengevaluasi penyebab kejadian.

Rumah sakit menyatakan akan memberi informasi lebih lanjut jika ada perubahan signifikan pada kondisi pasien atau hasil pemeriksaan yang relevan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait