Nasional

Garudafood Dorong Standardisasi Pangan lewat SNI Goes to Campus

Bagikan:
Garudafood dan BSN menggelar SNI Goes to Campus di IPB University, Bogor, untuk edukasi standardisasi pangan

PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk mendukung penguatan standardisasi pangan lewat program SNI Goes to Campus di IPB University, Bogor, Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan kolaboratif antara BSN, Kemendiktisaintek, dan Garudafood ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang standardisasi dan keamanan pangan serta menautkan teori akademik dengan praktik industri.

Tujuan Program dan bentuk kegiatan

Program menghadirkan sesi edukasi dan diskusi antara akademisi, regulator, dan pelaku industri. Fokusnya adalah memperkenalkan konsep Standar Nasional Indonesia (SNI) serta penerapan praktis di lini produksi. Kegiatan ditujukan agar lulusan lebih siap memasuki dunia kerja yang menuntut kepatuhan terhadap standar mutu dan keamanan.

Pengalaman industri: penerapan SNI di Garudafood

Bangun Raharjo, Head of Q-SHE & MFG Innovation Garudafood, menyatakan perusahaan berbagi praktik langsung terkait penerapan SNI dalam proses produksi.

"Standar bukan hanya tentang memenuhi persyaratan dan regulasi. Tetapi tentang membangun disiplin, konsistensi, dan kepercayaan sehingga menjadi budaya kerja yang dijalankan setiap hari,"

Ia menjelaskan bahwa pemahaman standardisasi sejak dini membantu mahasiswa beradaptasi lebih cepat di industri. Garudafood juga memberi contoh konkret, termasuk implementasi SNI pada produk biskuit sejak 2014, meski belum diwajibkan oleh regulasi saat itu.

Peran BSN dan perguruan tinggi

Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyambut baik keterlibatan industri dalam program ini. Nindya Malvins Trimadya, Ketua Tim Kerja Diseminasi Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian BSN, menilai kolaborasi memperkecil jarak antara teori dan praktik.

"Keterlibatan perusahaan membuktikan standar menyentuh seluruh operasional bisnis. Pesan ini penting dipahami mahasiswa,"

Sementara itu, pihak IPB University menekankan perlunya integrasi aspek standardisasi ke dalam kurikulum. Prof. Yulin Lestari, Direktur Transformasi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran IPB, mengatakan integrasi tersebut strategis untuk meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi tuntutan industri.

"Hal ini sebagai upaya strategis meningkatkan kesiapan lulusan dalam memasuki dunia kerja,"

Dampak terhadap ketahanan pangan dan pengembangan industri

Garudafood menilai edukasi standardisasi memberi manfaat ganda. Pertama, memperkuat ketahanan pangan nasional lewat produk yang aman dan bermutu. Kedua, mendukung pengembangan industri yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Dengan mendekatkan mahasiswa pada praktik standar, program ini diharapkan mendorong budaya kepatuhan mutu di masa depan. Langkah kolaboratif pihak regulator, kampus, dan industri dinilai penting untuk menjamin konsistensi kualitas produk pangan nasional.

Ke depan, penguatan link antara kurikulum, regulasi, dan praktik industri diharapkan makin meluas. Implementasi SNI sejak tahap pendidikan akan memperbesar peluang lulusan berkontribusi pada produk pangan yang aman, bermutu, dan kompetitif.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait