Nasional

Doa Ibu Antarkan Faza Albana, Purna Praja IPDN Asal Aceh

Bagikan:
Faza Albana mencium kaki ibunya Chamisah saat pelantikan di Kampus IPDN Jatinangor

Faza Albana, purna praja IPDN asal Aceh, dilantik sebagai Pamong Praja Muda oleh Presiden Prabowo Subianto di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Rabu 29 Juli 2026. Usai pelantikan, momen haru muncul ketika Faza mencium kaki ibunya, Chamisah, yang mengatakan doa menjadi kunci keberhasilan anaknya.

Pelantikan dan momen haru

Pelantikan yang dipimpin Presiden Prabowo menarik perhatian pengunjung karena reaksi emosional keluarga Faza. Aksi mencium kaki ibu menjadi simbol syukur dan penghormatan pada peran keluarga dalam menempuh pendidikan.

Terima kasih dengan anak saya yang begitu patuh dengan orang tua. Bisa membanggakan orang tua, bisa mengangkat derajat adik-adik.

Chamisah menahan isak tangis haru di Kampus IPDN Jatinangor saat memberi pernyataan kepada wartawan. Faza adalah anak pertama dari tujuh bersaudara, dan keberhasilannya dianggap mengangkat derajat keluarga.

Peran doa dan dukungan keluarga

Chamisah menjelaskan bahwa dukungan moral dan doa adalah bagian penting dalam perjalanan pendidikan Faza. Ia rutin melaksanakan salat tahajud dan memohon agar anaknya menjadi pemimpin yang berintegritas.

Setiap malam berdoa, salat tahajud meminta kepada Allah SWT. Semoga anak saya berhasil menjadi pemimpin yang amanah dan berani dengan kebenaran.

Peran ibu tampak menjadi sumber motivasi utama bagi Faza. Ia mengatakan bahwa kasih dan dorongan keluarganya membantu menyelesaikan pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri tepat waktu.

Sikap purna praja dan janji pengabdian

Faza menyatakan kebanggaan karena mampu membanggakan orang tua, termasuk almarhum ayahnya. Ia menegaskan kesiapan mengabdi di berbagai daerah sesuai penempatan dan berjanji menjalankan tugas sesuai arahan pimpinan.

Ibu saya sangat berperan dalam kehidupan saya. Dari tujuh bersaudara, saya berhasil membanggakan ibu saya. Saya juga berhasil membanggakan almarhum ayah.

Faza menegaskan komitmennya untuk menjadi pemimpin yang amanah, jujur, dan bertanggung jawab serta memperhatikan kesejahteraan rakyat.

Arahan bapak Presiden, menjadi pemimpin jujur, bertanggung jawab. Memperhatikan masyarakat, dan kesejahteraan rakyat serta siap di tempatkan dimana saja.

Peristiwa ini menyorot peran keluarga dalam pembentukan karakter calon pemimpin dan menunjukkan bagaimana dukungan orang tua sering menjadi faktor penentu keberhasilan akademis dan profesional.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait