Menekraf: Kolaborasi Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Digital
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan pada 29 Juli 2026 bahwa kolaborasi dengan platform digital dan media kreatif penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif digital. Pernyataan ini muncul seiring perubahan pola konsumsi informasi generasi muda yang mendorong permintaan konten digital dan ruang pasar baru bagi talenta kreatif.
Data tenaga kerja dan investasi
Riefky merujuk data Badan Pusat Statistik yang menunjukkan bahwa sekitar 63 persen dari 27,4 juta tenaga kerja sektor ekonomi kreatif berasal dari generasi Z dan milenial. Selain itu, 58 persen tenaga kerja di sektor ini adalah perempuan. Karakter industri yang mengedepankan inovasi memungkinkan penyerapan tenaga kerja baru sekitar 1 juta hingga 1,5 juta per tahun.
Pada 2025, realisasi investasi di sektor ekonomi kreatif mencapai 134 persen dari target pemerintah dan menyumbang sekitar 9,5 persen terhadap total investasi nasional. Nilai ekspor sektor ini juga tercatat melampaui target, memberikan kontribusi sekitar 12 persen terhadap total ekspor nasional.
Prioritas kolaborasi dan pengembangan pasar
Untuk menangkap potensi yang masih tersisa, Kementerian Ekonomi Kreatif menjajaki kerja sama dengan media digital multiplatform. Fokus kerja sama mencakup penguatan literasi ekonomi kreatif, promosi karya lokal, pengembangan talenta muda, dan perluasan akses pasar melalui platform digital.
Ekonomi kreatif adalah sektor yang sangat dekat dengan generasi muda. Oleh karena itu, kolaborasi dengan platform digital dan media kreatif menjadi penting untuk memperkuat ekosistem ini.
Transformasi distribusi konten
Pemimpin redaksi media digital mitra menyatakan transformasi distribusi konten kini menjadi kunci menjangkau audiens muda. Distribusi dalam format video, live streaming, dan platform digital disebut telah menjadi strategi yang tak terpisahkan dari industri media.
Transformasi distribusi konten melalui berbagai platform digital menjadi bagian penting dalam menjangkau audiens yang didominasi generasi muda.
Dampak dan peluang ekspor jasa kreatif digital
Riefky menilai kepercayaan terhadap sektor ekonomi kreatif terus meningkat, namun masih ada potensi besar yang belum tergarap. Ia menyoroti peluang ekspor jasa kreatif digital seperti musik, animasi, desain, arsitektur, gim, dan layanan kreatif berbasis teknologi.
Kepercayaan terhadap sektor ekonomi kreatif terus meningkat. Namun masih ada potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap, terutama ekspor jasa kreatif digital.
Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku media digital diharapkan meningkatkan daya saing nasional sekaligus mendorong peran generasi muda sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Anak Buruh Bangunan Aji Bayu Jadi Lulusan Terbaik IPDN
Aji Bayu Ramadhan, putra buruh bangunan asal NTT, dinobatkan lulusan terbaik IPDN Angkatan XXXIII 2026 denga...
Doa Ibu Antarkan Faza Albana, Purna Praja IPDN Asal Aceh
Doa dan dukungan ibu Chamisah membantu Faza Albana menuntaskan pendidikan IPDN; momen haru terjadi saat Faza...
Mendiktisaintek: Perguruan Tinggi Diminta Perkuat Ekosistem Semikonduktor
Mendiktisaintek mendorong perguruan tinggi perkuat riset, talenta, dan kolaborasi melalui Sandbox Desain Chi...
BGN Prioritaskan Pembangunan Dapur MBG di Daerah Stunting Tinggi
BGN memprioritaskan pembangunan dapur MBG di wilayah stunting tinggi per data Kemenkes untuk mempercepat int...
Dasco Fasilitasi Penyelesaian Aspirasi Pekerja PT Sinergi Gula Nusantara
DPR memfasilitasi mediasi antara pekerja dan manajemen PT SGN; kesepakatan soal bonus dan harmonisasi standa...
Yusril Minta Perkuat Keamanan untuk Cegah Kejahatan Jalanan
Menko Yusril minta Polri dan kementerian perkuat pencegahan kejahatan jalanan agar aksi main hakim sendiri t...