Nasional

Erupsi Sinabung: 615 Jiwa Mengungsi, Status Naik ke Level III

Bagikan:
Kolom erupsi Gunung Sinabung dan abu vulkanik mengarah ke Berastagi, pengungsi berkumpul di posko Desa Sukatepu

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara erupsi pada 31 Agustus 2026 pukul 12.00 WIB, memaksa ratusan warga mengungsi dan menaikkan status gunung menjadi Level III (Siaga).

Evakuasi dan bantuan darurat

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 208 kepala keluarga (615 jiwa) mengungsi dan berkumpul di posko Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran. Evakuasi dilakukan setelah aktivitas vulkanik meningkat pada Senin siang.

BNPB telah mengirimkan tim tanggap darurat untuk mendistribusikan bantuan langsung kepada pengungsi. Barang bantuan meliputi:

  • matras dan selimut
  • sembako
  • masker
  • hygiene kit

Status gunung dan kondisi erupsi

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status gunung menjadi Level III. Kolom erupsi terpantau mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak, atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut.

Pengamatan visual dan rekaman instrumental menunjukkan lonjakan aktivitas vulkanik yang signifikan, sehingga otoritas mengambil langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko.

Arah abu, dampak lokal, dan langkah pemerintah daerah

Rekaman instrumental dan pengecekan lapangan mencatat bahwa abu vulkanik cenderung bergerak ke arah timur-tenggara, mengarah ke wilayah Kota Berastagi. Kondisi ini memicu upaya pembagian masker oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo bersama pemerintah daerah.

BNPB meminta masyarakat tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan petugas. Mereka juga mengimbau publik untuk tidak mudah terpancing berita bohong seputar erupsi.

"PVMBG meningkatkan status level III atau waspada terhitung 31 Agustus 2026. Ada 208 KK atau 615 jiwa mengungsi berpusat di posko di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo,"

— Berton Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Prognosis dan rekomendasi

Pihak berwenang terus memantau perkembangan dan menyiagakan tim respons. Masyarakat di wilayah terdampak disarankan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah dan menghindari area yang berpotensi terkena aliran guguran atau abu tebal.

Ke depan, pemantauan instrumental dan visual akan menentukan apakah status akan berubah lagi. Publik diminta memprioritaskan keselamatan dan mempercayai informasi resmi dari otoritas terkait.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait