PLTS 100 GWp Berpotensi Hemat APBN Rp73,9 Triliun per Tahun
Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp dinilai mampu menghemat anggaran negara hingga Rp73,9 triliun per tahun dengan memadukan pemanfaatan energi surya dan sistem penyimpanan baterai. Peluncuran program berskala besar ini dilakukan akhir Agustus 2026 di Jakarta dan data efisiensi disampaikan Kementerian ESDM pada 3 September 2026.
Peluncuran dan tujuan program
Pemerintah meluncurkan inisiatif PLTS 100 GWp untuk mempercepat transisi menuju energi bersih dan mengurangi ketergantungan impor bahan bakar. PT PLN menyatakan siap mengoptimalkan potensi energi surya domestik untuk mendukung target ini.
Potensi penghematan dan dampak energi
Kementerian ESDM memaparkan bahwa pemanfaatan PLTS skala besar bisa memangkas subsidi solar dan menurunkan impor bahan bakar minyak. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya langkah ini untuk kemandirian energi dan penghematan APBN.
Ini mampu menghemat APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) kita dari subsidi solar. Dan rata-rata kita targetkan total listrik yang ada di Indonesia masih ada 12,6 GW yang memakai solar. Dari 12,6 GW itu kita menghasilkan minyak kita, itu kurang lebih equal dengan 230 sampai dengan 250 ribu barel per day. Jadi kalau ini mampu kita lakukan, maka penurunan terhadap impor BBM khususnya dari solar akan turun dan semuanya akan memakai energi nasional.
Rincian proyek awal
Pengembangan tahap awal mencakup 14 proyek dengan total kapasitas 5,3 GWp. Proyek awal ini diperkirakan mampu menghemat penggunaan bahan bakar sebanyak 319.998 kiloliter per tahun dan mengurangi pemanfaatan gas alam sebesar 35,66 ribu MMSCF atau setara 36.980 BBTU.
Dampak ekonomi dan lapangan kerja
PLN memproyeksikan program ini menciptakan sekitar 5,518 juta lapangan kerja baru. Sebaran penyerapan tenaga kerja diperkirakan:
- 3,465 juta di sektor konstruksi
- 2,053 juta di sektor manufaktur
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menggarisbawahi bahwa program PLTS 100 GWp menjadi bagian strategi nasional untuk mengoptimalkan energi baru terbarukan.
Program PLTS 100 GWp merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah untuk mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan (EBT), khususnya energi surya yang melimpah di Indonesia. Dengan meningkatkan pemanfaatan energi surya, kita dapat mengurangi ketergantungan pembangkit listrik terhadap bahan bakar fosil sekaligus menciptakan efisiensi biaya energi. Kita beralih dari energi kotor menjadi energi bersih, dari energi impor menjadi energi domestik, serta dari energi mahal menjadi energi yang lebih murah.
Teknologi penyimpanan dan pasar karbon
Darmawan menegaskan transformasi sistem kelistrikan memerlukan penerapan teknologi penyimpanan baterai yang optimal, atau BESS, untuk mengatasi sifat intermiten energi surya. Selain itu, pengembangan energi bersih membuka peluang pasar karbon yang berpotensi bernilai sekitar Rp6,31 triliun.
Penutup
Program PLTS 100 GWp menjanjikan penghematan anggaran signifikan, pengurangan impor BBM, serta penciptaan lapangan kerja besar. Keberhasilan bergantung pada kesiapan industri panel surya dan kapasitas produksi baterai dalam negeri untuk mendukung integrasi ke sistem kelistrikan nasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...