Situs Legenda Eluh Bru Tinambunen di Ulumerah Terancam Kering
Ulumerah, Pakpak Bharat — Situs legenda Eluh Bru Tinambunen di Dllng Simpon, Desa Ulumerah, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, dilaporkan mengering dan tampak tak terawat. Kondisi ini terlihat saat kunjungan warga bermarga Tinambunen bersama penulis pada Jumat (19/6) lalu, yang menimbulkan kekhawatiran soal kelestarian situs bersejarah tersebut.
Kondisi situs saat ini
Kolam kecil yang menurut cerita rakyat tidak pernah kering kini hanya menyisakan bekas cekungan yang dipenuhi rumput. Di sisi kanan situs terdapat papan bertuliskan latin dan aksara Pakpak "Situs Legenda Eluh Bru Tinambunen" yang mulai termakan cuaca. Jalan akses ke lokasi sempit dan berkelok, namun sedang ada perbaikan jalan sepanjang lebih dari tiga kilometer oleh alat berat dari wilayah Kabupaten Humbahas.
Satu warga setempat, kelahiran 1966, mengatakan air kolam mengering sejak tiga sampai empat bulan terakhir akibat kemarau panjang. Menurutnya, saat musim hujan air biasanya kembali memenuhi cekungan.
Biasanya kalau hujan, airnya balik lagi
Kelompok warga dan harapan renovasi
Dalam kunjungan itu dua warga bermarga Tinambunen, Batsim dan Syahril, menilai situs punya nilai historis penting bagi suku Pakpak Suak Kelasen. Syahril, mantan anggota DPRK Subulussalam dan pemerhati lingkungan, berharap pemerintah daerah mengambil langkah cepat untuk memugar dan merawat situs sesuai bentuk aslinya.
Kita berharap pemerintah daerah setempat mengambil langkah pasti, situs ini tidak boleh hilang, idealnya tetap ada serta hidup kembali sebagaimana sejarah awalnya
Legenda dan variasi kisah
Terdapat beberapa versi cerita tentang asal-usul kolam itu. Secara umum diceritakan bahwa Bru Tinambunen adalah gadis cantik dari Kelasen yang dipaksa dibawa untuk dinikahi seorang bangsawan bernama si Berutu. Dalam perjalanan istirahat di Dllng Simpon, gadis itu menangis sehingga air matanya menggenang membentuk kolam yang kemudian dikenal sebagai Eluh Bru Tinambunen.
Ada pula versi lain yang mengaitkan kisah itu dengan praktik perjudian dan persoalan utang keluarga. Meski detail berbeda, semua versi menempatkan lokasi tersebut sebagai warisan budaya yang sarat makna emosional bagi masyarakat setempat.
Respons pemerintah daerah
Sumber lokal menyebut Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat diyakini mendukung pelestarian budaya dan berencana memugar situs legenda ini. Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, dilaporkan sempat turun meninjau lokasi bersama warga saat kunjungan Juni lalu.
Meskipun rencana pemugaran disebutkan, warga dan pemerhati menginginkan langkah konkret segera diambil agar situs tidak terus merana dan nilai historisnya tetap terjaga.
Penutup: Situs Eluh Bru Tinambunen menyatukan ingatan kolektif dan cerita rakyat suku Pakpak. Upaya perbaikan akses dan rencana pemugaran menjadi kunci agar warisan itu tidak hilang ditelan waktu.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPRK Aceh Selatan Tahan Dukungan Usulan WPR Sampai Diverifikasi
DPRK Aceh Selatan menunda dukungan usulan WPR hingga Pemkab lakukan sosialisasi, persetujuan keuchik, dan ve...
Polwan Pematangsiantar Perketat Disiplin Jelang HUT ke-78
Polwan Polres Pematangsiantar gelar Gaktiblin pada 18 Agustus untuk tingkatkan disiplin dan profesionalisme...
Jenazah Anak 8 Tahun Ditemukan di Bawah Jembatan Sigagak
Jenazah Hidayah Sitanggang, anak 8 tahun yang hanyut di Bah Sosopan, ditemukan Rabu (19/8) di bawah jembatan...
UMSU Serahkan Smart Vineyard IoT dan Irigasi Surya di Deliserdang
UMSU serahkan Smart Vineyard berbasis IoT dan irigasi tetes tenaga surya kepada petani anggur di Deliserdang...
Polrestabes Medan Tangkap 3 Pelaku Jual Narkoba di Kafe
Polrestabes Medan menangkap tiga pelaku penjualan narkoba di kafe Jalan Darusalam, menyita dua bungkus vape...
FORMASSU-SMAM Mendesak Pemko Medan Segera Bantu Korban Puting Beliung
FORMASSU dan SMAM mendesak Pemko Medan segera melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan darurat serta prog...