El Nino Kuat, Pemerintah Pacu Modifikasi Cuaca untuk Isi Waduk
BMKG menyatakan fenomena El Nino telah mencapai kategori kuat, sehingga pemerintah mempercepat operasi modifikasi cuaca untuk mengisi waduk dan mencegah kebakaran hutan serta lahan (karhutla).
Apa yang terjadi dan mengapa langkah ini diambil
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan ambang batas El Nino aktif ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tengah naik lebih dari 0,5C di atas normal. Saat ini indikator menunjukkan kondisi sudah memasuki level kuat, sehingga perlu kewaspadaan lebih tinggi.
Untuk saat ini kondisinya sudah masuk ke El Nino kuat, jadi kita perlu mengantisipasi khususnya pada dua hal. Yang pertama, antisipasi terkait dengan kekeringan, dan yang kedua terkait dengan kebakaran hutan dan lahan.
Operasi modifikasi cuaca dan target waduk
Sebagai langkah mitigasi, BMKG bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan mitra swasta melaksanakan operasi modifikasi cuaca. Tujuannya adalah meningkatkan ketersediaan air di waduk-waduk yang menopang irigasi, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan air minum.
Faisal menyebutkan Indonesia memiliki sekitar 240 waduk yang menjadi sasaran pengisian cadangan air melalui rekayasa cuaca. Tidak semua waduk akan diisi sekaligus; prioritas diberikan sesuai fungsi dan kebutuhan regional.
Kita punya 240 waduk, beberapa memang tidak semua itu kita coba isi agar bisa difungsikan untuk PLTA, bisa difungsikan untuk irigasi, dan air bersih.
Prioritas wilayah dan pencegahan karhutla
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca khususnya untuk menekan risiko kebakaran pada lahan gambut yang sangat rentan saat musim kering. Enam provinsi menjadi prioritas pelaksanaan operasi tersebut.
- Riau
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
Selain itu, operasi dilakukan secara situasional di Kepulauan Riau dan Aceh, tergantung perkembangan kondisi di lapangan. Tujuan utamanya adalah menjenuhkan tanah gambut agar tidak mudah terbakar.
Siaga satgas dan langkah pemerintah
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menyatakan pemerintah menyiagakan Satuan Tugas baik darat maupun udara dan memastikan langkah mitigasi berjalan bersama operasi modifikasi cuaca.
Kita ingin memastikan bahwa pemerintah juga siap dengan Satgas. Termasuk dengan menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca.
Menurutnya, modifikasi cuaca diharapkan dapat memadamkan titik api dan menjaga debit air di bendungan serta waduk agar tetap aman.
Melalui Operasi Modifikasi Cuaca dengan metodologi yang diharapkan bisa segera memadamkan titik-titik api. Termasuk Operasi Modifikasi Cuaca untuk memastikan debit air di bendungan dan waduk, danau dalam status yang aman.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak El Nino kuat, terutama potensi berkurangnya pasokan air dan meningkatnya risiko karhutla. Langkah ini bertujuan mengurangi dampak kekeringan dan menekan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KPAI Minta Pengawasan Ketat untuk Program MBG 3B
KPAI mendesak pengawasan ketat pada Program MBG 3B agar makanan untuk bumil, busui, dan balita aman, bermutu...
Pemerintah Targetkan Revisi UU LLAJ Rampung 2026
Pemerintah menyerahkan 1.200 DIM RUU LLAJ ke DPR dan menargetkan revisi diselesaikan pada 2026 agar dapat di...
Kemensos Buka Kanal WhatsApp untuk Pengaduan Sekolah Rakyat
Kemensos membuka kanal WhatsApp 0887-7171-171 pada 29 Sept 2026 untuk pengaduan Sekolah Rakyat, terbuka bagi...
Indonesia Jajaki Pengalaman India untuk Bangun Infrastruktur Publik Digital
Indonesia menjajaki pengalaman India membangun infrastruktur publik digital untuk integrasi layanan, kata Wa...
Kemacetan Pelabuhan Ketapang: ODOL, Demo, dan Solusi Bersama
Kemacetan di akses Pelabuhan Ketapang disebabkan ODOL, antrean Pelindo, dan demonstrasi; solusinya butuh pen...
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...