KNKT: Distraksi Cahaya Hambat Masinis Hindari Tabrakan KA
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan distraksi cahaya dan hambatan komunikasi menjadi temuan awal penyebab kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
Temuan disampaikan pada rapat kerja Komisi V DPR yang disiarkan via YouTube pada Kamis, 21 Mei 2026. KNKT menekankan bahwa hasil ini bersifat data faktual awal dan belum merupakan kesimpulan akhir.
Temuan awal: distraksi cahaya dan sinyal
Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menyampaikan salah satu temuan awal adalah adanya distraksi cahaya di sekitar jalur yang membuat sinyal bantu sulit terlihat oleh masinis. Kondisi ini mempengaruhi kemampuan masinis membaca penampakan sinyal pada jarak aman.
Kalau masinis bisa melihat sinyal bantu dengan baik. Itu juga jaraknya sekitar dari tabrakan itu dari dengan penampakan 200 meter di muka sinyal
Temuan tersebut menunjukkan faktor visual di lapangan dapat mengurangi waktu reaksi masinis saat menghadapi situasi darurat. KNKT menegaskan perlunya evaluasi tata cahaya dan penempatan sinyal di kawasan stasiun dan lintasan.
Proses komunikasi yang berbelit
Selain gangguan visual, investigasi awal mengungkap adanya jeda dalam alur komunikasi antar petugas pengendali perjalanan. KRL melaporkan insiden ke stasiun dan ke PK Selatan, sementara KA penumpang berada di wilayah PK Timur.
Ini yang membikin jeda agak terlalu lama karena PK (petugas pengendali perjalanan kereta) Selatan harus memberitahu kepada Chief. Chief memberitahu kepada PK Timur untuk mengontak masinisnya
Jeda berlapis inilah yang menurut KNKT memperlambat respons operasional. Untuk itu, perbaikan alur komunikasi menjadi salah satu rekomendasi yang diusulkan.
Rekomendasi awal KNKT
KNKT merekomendasikan peningkatan dan penyederhanaan sistem komunikasi antar unit pengendali perjalanan kereta. Tujuannya mengurangi jeda penyampaian informasi darurat dan mempercepat tindak lanjut lapangan.
- Perbaikan sistem komunikasi antar PK dan pengambil keputusan untuk mempercepat peringatan kepada masinis
Jadi salah satu hal untuk menanggulangi ini adalah sistem komunikasi juga harus diperbaiki
Tanggapan DPR dan langkah selanjutnya
Ketua Komisi V DPR Lasarus menyatakan komisi siap mendukung perbaikan, termasuk alokasi anggaran jika diperlukan, agar kelemahan sistem dapat diperbaiki dan insiden serupa tidak terulang.
Kita ingin ini selesai, tidak untuk mencari siapa yang salah. Tapi supaya kejujuran itu nanti kita ungkap untuk mengetahui titik lemahnya itu ada di mana
Itulah gunanya kita duduk di sini. Komisi ini bisa memberikan dukungan politik, pak, dengan segala keterbatasan kami
KNKT menekankan kembali bahwa presentasi tersebut hanya menyajikan data faktual awal. Investigasi berlanjut untuk menghasilkan analisis dan kesimpulan penyebab kecelakaan yang komprehensif.
Perbaikan sistem komunikasi dan evaluasi kondisi visual sinyal menjadi fokus awal yang diharapkan mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Setujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan
Pemerintah menyetujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan disahkan menjadi undang-undang pada Rapat Paripurna DP...
BGN Uji Sistem Prasmanan MBG di Kelas, Makanan Disajikan Hangat
BGN uji coba penyajian MBG secara prasmanan di kelas sejak 5 Oktober 2026 untuk menjaga makanan hangat dan m...
Airlangga Sebut Keunggulan Maung MV3 Garuda Limousine
Airlangga nilai Maung MV3 Garuda Limousine nyaman dengan kursi reclining, interior mewah, dan teknologi seta...
Hari Cerebral Palsy Sedunia 2026: Tema 'Unique and United' dan Sejarahnya
Hari Cerebral Palsy Sedunia diperingati 6 Oktober 2026 dengan tema Unique and United untuk dorong inklusi da...
MenPPPA Dorong Perlindungan Perempuan dalam RUU Ketenagakerjaan
MenPPPA Arifah Fauzi dorong penguatan perlindungan perempuan dan anak dalam RUU Ketenagakerjaan untuk cegah...
Pendaftar TKA 2026 Naik Hampir 10%, Capai 4,2 Juta
Pendaftar TKA 2026 naik hampir 10% menjadi 4,2 juta; 3,86 juta menyelesaikan pendaftaran. Tes digelar 26 Okt...