Lokal

FP USU dampingi Desa Gongsol digitalisasi keuangan usaha aquaponik

Bagikan:
Tim FP USU memberikan pelatihan digitalisasi keuangan dan hidroponik kepada warga Desa Gongsol

Karo — Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) menggelar pengabdian kepada masyarakat di Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, pada Selasa (25/8). Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman warga tentang digitalisasi pencatatan dan pengelolaan keuangan usaha aquaponik untuk mendukung pengembangan usaha dan ketertiban administrasi.

Survei awal dan perencanaan

Kegiatan dimulai dengan survei kondisi unit aquaponik yang dikelola BUMDes Gongsol. Survei ini mengidentifikasi potensi usaha, kebutuhan pelaku, serta praktik pencatatan keuangan yang selama ini berjalan. Hasilnya menjadi dasar penyusunan materi dan bentuk pendampingan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Tim pengabdian diketuai oleh Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, SP, M.Ec. Anggota tim antara lain Dian Pebriyani, MP (RB), Moh. Ibrahim Fatoni, S.Pi, MP, dan Reza Taqyuddin, M.Kom. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Program Studi Agribisnis FP USU untuk mendukung sosialisasi dan pendampingan.

Sosialisasi digitalisasi keuangan usaha

Pada tahap sosialisasi, peserta yang hadir meliputi anggota BUMDes Gongsol Simalem, ibu rumah tangga, serta petani setempat. Tim menjelaskan pentingnya pencatatan biaya produksi, penerimaan, penjualan, dan perhitungan keuntungan secara rapi.

Peserta diperkenalkan pada manfaat pemanfaatan media digital untuk mencatat transaksi. Tim menekankan bahwa pencatatan digital memudahkan pemantauan arus kas dan menjadi dasar pengambilan keputusan pengembangan usaha.

Pelatihan hidroponik sederhana

Selain aspek keuangan, tim FP USU memberikan penjelasan dan simulasi sederhana mengenai hidroponik. Materi mencakup prinsip budidaya, penggunaan nutrisi, pemeliharaan tanaman, serta peluang penerapan pada skala rumah tangga.

Peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan tentang kebutuhan biaya, pemeliharaan, penanganan hama, dan bagaimana aquaponik dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif keluarga.

Respons masyarakat dan tindak lanjut

Bendahara Desa Gongsol menyatakan apresiasi terhadap kegiatan karena dinilai memberikan pengetahuan baru sekaligus meningkatkan kapasitas usaha warga. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dan antusiasme dari peserta.

Program pengabdian akan berlanjut. Pada tahap akhir yang direncanakan berlangsung pada September 2026, tim FP USU akan melakukan simulasi penggunaan aplikasi pencatatan keuangan. Melalui simulasi ini, peserta diharapkan mempraktikkan pencatatan biaya, penerimaan, penjualan, dan pemantauan kinerja usaha secara digital.

FP USU berharap rangkaian kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pencatatan keuangan, tetapi juga mendorong penerapan yang konsisten. Tujuannya untuk mewujudkan usaha aquaponik yang lebih tertib, terukur, produktif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Gongsol.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait