Nasional

FPCI Dorong Generasi Muda Miliki Rasa Kepemilikan terhadap Demokrasi

Bagikan:
Peserta Indonesia Youth Democracy Forum berdiskusi tentang nilai-nilai demokrasi

FPCI menggelar Indonesia Youth Democracy Forum di Jakarta pada Rabu, 22 Juli 2026 untuk menumbuhkan rasa kepemilikan generasi muda terhadap demokrasi. Acara ini bertujuan membekali pemuda dengan nilai-nilai demokrasi, menghormati perbedaan, dan mendorong partisipasi politik yang konstruktif.

Tujuan forum dan pesan utama

Ketua FPCI, Dino Patti Djalal, mengatakan forum diselenggarakan agar generasi muda tidak sekadar menjadi pemilih, melainkan pemilik nilai demokrasi. Kepemilikan itu berarti mengapresiasi, menghormati, dan menanamkan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Dino menyampaikan rasa syukur karena Indonesia memiliki ruang sipil yang lebih terbuka dibandingkan beberapa negara lain yang ia kunjungi. Dia menilai pelatihan dan dialog semacam ini penting untuk mempertahankan budaya demokrasi.

"Mengapa kita menyelenggarakan acara ini? Karena kita ingin generasi muda memiliki rasa kepemilikan terhadap demokrasi," ujar Dino di Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

Apa makna demokrasi bagi peserta

Dino menekankan bahwa demokrasi tidak hanya soal pemilu. Demokrasi juga berkaitan dengan penghormatan terhadap kelompok minoritas dan penghargaan terhadap perbedaan pendapat.

Ia mengapresiasi keterbukaan peserta dari berbagai partai politik yang berdiskusi selama forum. Menurutnya, kompetisi politik harus berjalan tanpa menjatuhkan lawan.

"Inilah yang ingin saya lihat dari generasi muda dalam merangkul demokrasi. Anda boleh memiliki ide berbeda, bebas berbicara, bebas bersaing, tetapi Anda tetap saling merangkul, tidak saling menjatuhkan," ucap Dino.

Perspektif Konrad-Adenauer-Stiftung

Direktur Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) Indonesia, Jan Senkyr, menyatakan tema "Next Generation Civic Leadership and Democratic Resilience" relevan dengan tantangan saat ini. Ia menyebut polarisasi politik, disinformasi, dan perubahan ruang digital sebagai ancaman bagi kepercayaan publik terhadap politik.

Jan memuji pencapaian demokrasi Indonesia yang stabil di tengah pluralitas. Namun ia mengingatkan bahwa demokrasi bukan proyek selesai dan terus membutuhkan penguatan melalui partisipasi, dialog konstruktif, dan kepemimpinan akuntabel.

"Indonesia telah terbukti menjadi negara demokrasi yang stabil dan tangguh di tengah masyarakat yang plural dan beragam. Namun, demokrasi bukanlah sebuah proyek yang sudah selesai," ujar Jan.

Arah ke depan

Penyelenggara menekankan perlunya kerja sama lintas sektor—pemerintah, organisasi sipil, dan dunia pendidikan—untuk memperkuat pendidikan demokrasi. FPCI dan KAS menyebutkan upaya bersama dengan berbagai pihak sebagai langkah berkelanjutan menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

Forum ini diharapkan melahirkan pemimpin muda yang menginternalisasi nilai demokrasi dan mampu menjaga ruang publik yang inklusif.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait