Komisi D DPRD Lumajang: Laporkan Jika Data Desil Tidak Sesuai
Lumajang — Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang meminta warga melapor bila menemukan data Desil yang tidak sesuai kondisi ekonomi di lapangan. Permintaan itu disampaikan untuk memastikan data yang dipakai pemerintah akurat dan program bantuan sosial tepat sasaran.
Respons Komisi D
Ketua Komisi D DPRD Lumajang, Supratman, menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti setiap pengaduan warga terkait ketidaksesuaian data Desil. Ia mendorong warga untuk aktif melaporkan temuan agar pemerintah dapat memperbaiki basis data yang digunakan.
Jika masyarakat merasa data Desil tidak sesuai bisa melaporkan ke kami, dan kami akan tindaklanjuti.
Verifikasi bersama BPS
Supratman mengatakan Komisi D berencana melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Langkah ini dimaksudkan untuk mencocokkan data administrasi dengan realitas ekonomi keluarga.
Kami akan mengajak pihak BPS agar bisa melihat langsung realitas yang ada sehingga bisa menyesuaikan data lagi. Dengan demikian, apabila ditemukan ketidaksesuaian, data dapat kembali disesuaikan.
Cara mengadu ke DPRD
Komisi D menjelaskan beberapa jalur yang bisa digunakan warga untuk melapor. Mekanisme dibuat sederhana agar aspirasi cepat tertangani dan dapat diteruskan ke proses verifikasi.
- Melapor langsung ke kantor DPRD Kabupaten Lumajang, Komisi D.
- Menghubungi Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang.
- Melapor ke pengurus PDI Perjuangan di tingkat desa atau kelurahan untuk diteruskan.
Dampak terhadap program bantuan sosial
Komisi D menekankan pentingnya data yang akurat agar bantuan sosial sampai pada penerima yang tepat. Perbaikan data Desil diharapkan meminimalkan kesalahan sasaran dan memperbaiki efektivitas program pemerintah.
Komisi D berharap partisipasi aktif warga. Semakin banyak laporan masuk, semakin cepat perbaikan data dapat dilakukan dan kebijakan bantuan sosial menjadi lebih tepat sasaran.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Said Abdullah: Muktamar ke-35 NU Jangan Terseret Politik
Said Abdullah meminta Muktamar ke-35 NU fokus pada solusi sosial-keumatan dan tidak terseret politik, menjel...
Sonny Minta Validasi DTSEN untuk Warga Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso
Sonny dorong validasi ulang DTSEN di Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso agar bantuan sosial tidak salah sa...
Muktamar NU 2026 di Jombang: Kiai Tekankan Peran Moral dan Solusi Keumatan
Muktamar NU ke-35 digelar 27–31 Agustus 2026 di Jombang; kiai minta fokus pada keteladanan, agenda keumatan,...
DPRD Jember Pertanyakan Anggaran Banner Rp4,46 Miliar
DPRD Jember mempertanyakan anggaran banner Rp4,46 miliar yang diajukan Dinas Komunikasi; DPRD minta dialihka...
PDI Perjuangan: P-APBD 2026 Harus Perkuat Mitigasi Bencana di Malang
Fraksi PDI Perjuangan minta P-APBD 2026 fokus perkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana menyusul penurunan...
PDI Perjuangan Tulungagung Ajak Ngunut Bangkit seperti 1999
DPC PDI Perjuangan Tulungagung menggelar Musran dan Musranran di Ngunut (25/8/2026) untuk mengulang kejayaan...