Judi Dadu Kopyok Pindah dari Binjai ke Kawasan Selesai Langkat
Dadu Kopyok yang sebelumnya beroperasi di lahan eks Sky Garden, Jalan Sei Petani, Kelurahan Tanah Seribu, Kecamatan Binjai Selatan, dilaporkan pindah ke kawasan Selesai, Kabupaten Langkat. Perpindahan tersebut terjadi setelah lokasi sempat ditutup, namun kini kembali buka dengan pengelola berinisial HC dan ED, kata warga, Selasa (3/10).
Lokasi dan perpindahan
Permainan judi dadu yang populer di kalangan warga itu awalnya diketahui berpusat di eks Sky Garden, Binjai. Menurut keterangan warga, pelaku menutup sementara lokasi lalu memindahkan aktivitas ke kawasan Selesai di Kabupaten Langkat.
Perpindahan ini memicu kekhawatiran baru di permukiman sekitar karena arus pemain yang datang dapat menimbulkan keresahan. Warga meminta agar penegak hukum menindak cepat sebelum lokasi kembali ramai.
Tuntutan warga
Warga setempat berharap aparat tidak abai dan segera menangkap bandar yang mengelola permainan itu. Mereka khawatir nama kampung menjadi tercemar akibat aktivitas perjudian.
Sempat tutup namun lokasi judi itu sudah buka dan pindah ke kawasan Selesai, Kabupaten Langkat. Untuk pengelolanya (panitia) inisial HC dan ED,
Seorang warga meminta identitasnya dirahasiakan. Ia menegaskan tidak ingin permukiman mereka disebut Kampung 303 karena sering didatangi pemain judi.
Dimohon Kapolda Sumut segera menangkap dan menggerebek lokasi judi tersebut. Kami tidak mau dicap sebagai kampung judi,
Tanggapan kepolisian
Kepala Kepolisian Resort Binjai, AKBP Bimo Moernanda, menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut. Ia berjanji mengecek informasi lokasi judi di eks Sky Garden dan mengambil langkah sesuai prosedur.
Terima kasih informasinya, akan kami cek dan tindak lanjuti,
Implikasi dan langkah selanjutnya
Perpindahan lokasi judi lintas kabupaten menambah kompleksitas penegakan hukum. Penindakan membutuhkan koordinasi antara kepolisian daerah Binjai dan Langkat agar pengelola segera diamankan dan aktivitas ilegal dihentikan.
Warga berharap tindakan cepat untuk mengembalikan keamanan dan kenyamanan permukiman. Jika tidak ditangani, risiko gangguan sosial dan stigma terhadap kawasan akan terus meningkat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Mahasiswa Soroti PETI, Jalan, dan Pendidikan di Mandailing Natal
Mahasiswa Mandailing Natal di Jakarta menuntut penanganan PETI, perbaikan jalan, dan pemerataan pendidikan m...
NasDem Aceh Utara Gelar Gotong Royong Bersihkan Toilet di 15 Sekolah
DPD NasDem Aceh Utara dan Garnita membersihkan toilet serta fasilitas ibadah di 15 sekolah pada Selasa, 3 No...
Polres Tapteng Tangkap Pelaku Curanmor, Motor Yamaha Ditemukan
Tim gabungan Polres Tapteng menangkap SS (34) terkait curanmor; sepeda motor Yamaha Jupiter MX korban ditemu...
Sekwan Baru Medan Genjot Reformasi Tata Kelola Sekretariat DPRD
Sekwan Medan Erisda Hutasoit langsung mulai pembenahan birokrasi dengan program 'Sinergi, Akselerasi, dan In...
DPRD Desak Dinkes Evaluasi RS Eshmun Usai Dugaan Penelantaran
DPRD Medan mendesak Dinkes evaluasi RS Eshmun setelah pengaduan penolakan dan penelantaran pasien pada 2 Nov...
Sawah Purbatua Berangsur Pulih, Panen Diperkirakan Desember 2026
Lahan sawah di Purbatua, Tapanuli Utara, mulai pulih setelah penanaman massal 26 Sept; panen diperkirakan De...