Wali Kota M. Rasyid: Camat Penanggalan Harus Jadi Ujung Tombak
SUBULUSSALAM — Wali Kota M. Rasyid Bancin meminta camat memperkuat peran sebagai ujung tombak penyelesaian masalah di wilayahnya agar warga tidak langsung datang ke wali kota. Pernyataan itu disampaikan saat pengantar tugas dan serah terima jabatan Camat Penanggalan dari Cari Dengan Bancin, SE kepada Bengis Manik, SE di aula Setcam Penanggalan, Selasa (3/11).
Serah terima jabatan
Rasyid mengapresiasi kinerja Cari Dengan selama sekitar dua tahun menjabat sebagai Plt. Camat Penanggalan. Ia menilai pergantian jabatan adalah hal wajar, namun pelayanan publik harus tetap konsisten.
"Yang tidak boleh berubah adalah komitmen memberi pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,"
Wali kota meminta Bengis Manik segera beradaptasi dan menjalin komunikasi intensif dengan jajaran Muspika serta semua komponen masyarakat di Kecamatan Penanggalan.
Prioritas dan program kecamatan
Rasyid menyebut beberapa program yang direncanakan di wilayah Penanggalan. Program itu meliputi pembangunan Sekolah Rakyat, perbaikan jalan Tanjakan Kedabuhan, pembangunan Pusat Distribusi Regional (PDR), dan pengembangan Kota Terpadu Mandiri.
Untuk merealisasikan program tersebut, Rasyid menekankan perlunya koordinasi ketat antara pemerintah kota, camat, dan kepala desa se-kecamatan.
Isu anggaran dan dampaknya
Menurut Wali Kota, hampir 80 persen perkara yang muncul di Subulussalam terkait agraria dan defisit daerah. Kondisi ini menuntut sinergi berbagai pihak agar persoalan cepat teratasi.
Rasyid juga mengingatkan keterbatasan keuangan daerah. Ia menyebutkan bahwa pada 2026 Pemko Subulussalam harus membayar utang sebesar Rp60M, sehingga kegiatan fisik berpotensi terdampak.
Di sisi lain, Pemko masih memprogramkan kegiatan besar seperti penyelenggaraan Kongres International Syekh Hamzah Fansuri pada 2027 dan upaya pelestarian budaya setempat.
Peran masyarakat dan pelestarian budaya
Wali Kota mendorong camat untuk menjadikan kaum perempuan dan ibu-ibu PKK sebagai mitra pembangunan. Sinergi dengan kelompok perempuan dinilai penting untuk pembinaan dan pengembangan daerah.
Rasyid juga meminta warga etnis Pakpak di Penanggalan mempertahankan salam khas "Njuah-njuah Kita Karina" sebagai bagian dari identitas lokal. Secara khusus, camat diingatkan untuk proaktif menjaga dan mengembangkan syiar Islam di wilayahnya.
Hadirin dan penutup
Acara dihadiri sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK), unsur Muspika, anggota DPRK Dapil Penanggalan Ardhiyanto Ujung dan Raja Muhammad Adhie Putra, serta kepala desa se-Kecamatan Penanggalan dan tokoh masyarakat.
Pemberian sambutan juga disampaikan oleh Cari Dengan Bancin, Bengis Manik, dan Ardhiyanto Ujung. Pemerintah kota berharap pergantian kepemimpinan kecamatan ini memperkuat koordinasi sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat dan tepat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mahasiswa Soroti PETI, Jalan, dan Pendidikan di Mandailing Natal
Mahasiswa Mandailing Natal di Jakarta menuntut penanganan PETI, perbaikan jalan, dan pemerataan pendidikan m...
NasDem Aceh Utara Gelar Gotong Royong Bersihkan Toilet di 15 Sekolah
DPD NasDem Aceh Utara dan Garnita membersihkan toilet serta fasilitas ibadah di 15 sekolah pada Selasa, 3 No...
Polres Tapteng Tangkap Pelaku Curanmor, Motor Yamaha Ditemukan
Tim gabungan Polres Tapteng menangkap SS (34) terkait curanmor; sepeda motor Yamaha Jupiter MX korban ditemu...
Sekwan Baru Medan Genjot Reformasi Tata Kelola Sekretariat DPRD
Sekwan Medan Erisda Hutasoit langsung mulai pembenahan birokrasi dengan program 'Sinergi, Akselerasi, dan In...
DPRD Desak Dinkes Evaluasi RS Eshmun Usai Dugaan Penelantaran
DPRD Medan mendesak Dinkes evaluasi RS Eshmun setelah pengaduan penolakan dan penelantaran pasien pada 2 Nov...
Sawah Purbatua Berangsur Pulih, Panen Diperkirakan Desember 2026
Lahan sawah di Purbatua, Tapanuli Utara, mulai pulih setelah penanaman massal 26 Sept; panen diperkirakan De...