Sawah Purbatua Berangsur Pulih, Panen Diperkirakan Desember 2026
Purbatua, Tapanuli Utara — Lahan persawahan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi akhir 2025 di Kecamatan Purbatua mulai pulih. Padi yang ditanam langsung oleh Bupati Tapanuli Utara pada 26 September 2026 kini menghijau dan diperkirakan siap panen pada Desember 2026.
Penanaman massal sebagai langkah pemulihan
Pada kunjungan 26 September 2026, Bupati Tapanuli Utara mencanangkan Gerakan Tanam Padi di areal seluas 20 hektare. Ia turun langsung ke sawah dan menanam padi bersama petani, baik secara manual maupun menggunakan alat dan mesin pertanian.
Penanaman ini menjadi simbol dimulainya kembali aktivitas pertanian di desa terdampak. Di Desa Sibulanbulan, tanaman padi tampak tumbuh sejajar dengan tanaman milik petani setempat, menandakan proses rehabilitasi berjalan.
"Tanaman padi yang ditanam Pak Bupati akhir September lalu kini tumbuh dengan baik, sama seperti tanaman padi milik petani lainnya di sekitar lokasi,"
Bantuan alsintan dan cakupan rehabilitasi
Pemerintah daerah menyalurkan bantuan untuk mempercepat pengolahan lahan. Bantuan itu berupa dua unit traktor mini dan satu unit traktor crawler, yang diharapkan memperlancar proses tanam dan pemulihan lahan pascabencana.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara melaporkan rehabilitasi persawahan di daerah tersebut tersebar luas. Di Desa Sibulanbulan sendiri rehabilitasi mencakup 48 hektare.
"Rehabilitasi di Kecamatan Purbatua mencakup 48 hektare, termasuk lahan yang ditanami langsung oleh Bupati pada 26 September lalu. Saat ini, pertumbuhan tanaman padi menunjukkan perkembangan yang baik,"
Luas dampak dan kecamatan terdampak
Secara keseluruhan, program rehabilitasi lahan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Utara telah menjangkau sekitar 621 hektare. Luasan ini menyebar di delapan kecamatan, yaitu:
- Purbatua
- Pahae Jae
- Pahae Julu
- Simangumban
- Parmonangan
- Adian Koting
- Tarutung
- Sipoholon
Proyeksi panen dan arti strategis pemulihan
Jika pertumbuhan tanaman berlangsung normal tanpa gangguan cuaca atau hama, panen diperkirakan dapat dilakukan pada Desember 2026. Dinas Pertanian menekankan pentingnya menjaga kondisi ini agar jadwal panen tidak terganggu.
Pemulihan lahan di Purbatua dinilai strategis karena kecamatan ini menyumbang produksi gabah yang signifikan bagi Kabupaten Tapanuli Utara. Kembalinya produktivitas sawah menjadi langkah awal pemulihan ekonomi keluarga petani yang sempat terganggu akibat bencana.
Hamparan padi yang mulai menghijau menjadi bukti nyata bahwa upaya rehabilitasi dan dukungan alat berat telah membawa perubahan. Bagi petani, pertumbuhan padi ini bukan sekadar menunggu panen, melainkan awal membangun kembali mata pencaharian yang terdampak.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kejari Medan Selesaikan 6 Perkara Anak lewat Diversi 2026
Kejari Medan menuntaskan enam perkara anak lewat diversi pada 2026, fokus pada pemulihan korban dan masa dep...
Wali Kota Sabang Ajak Lansia Hidup Sehat dan Produktif
Wali Kota Sabang minta lansia menjaga kesehatan, semangat, dan keimanan melalui seminar BKMT yang juga menye...
Polresta Banda Aceh Tangkap NSR Tersangka Pelecehan Anak
Polresta Banda Aceh menangkap NSR (59) terkait dugaan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap dua anak, p...
Kapolres Minta Warga Tarik Mundur dari Lahan PT Agrinas di Paluta
Kapolres Paluta minta warga mundur dari lahan PT Agrinas dan mengingatkan akan tindakan tegas jika terjadi a...
Pengurus Koperasi Parsub Protes Klaim Abdul Aziz sebagai Juru Bicara
Pengurus Koperasi Parsub protes klaim Abdul Aziz sebagai juru bicara tanpa mandat resmi terkait sengketa lah...
Sumut Mulai Pemutihan PKB, Keringanan Berlaku hingga 30 November 2026
Sumut membuka pemutihan PKB mulai 2 November; penghapusan tunggakan, denda BBNKB kedua, pajak progresif, dan...