CSR Kini Jadi Strategi Bisnis, Bukan Sekadar Donasi
Jakarta, 25 Mei 2026 — TOP CSR Awards 2026 menegaskan bahwa praktik tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) kini masuk ke dalam strategi bisnis, bukan sekadar aktivitas donasi. Acara di Hotel Raffles Jakarta tersebut mengumpulkan sekitar 700 peserta dan menandai satu dekade penyelenggaraan sejak 2017.
Ringkasan acara dan peserta
Perhelatan ini dihadiri pimpinan perusahaan, pejabat pemerintah, pakar CSR, dan media massa. Penghargaan diberikan kepada ratusan perusahaan dari berbagai sektor yang dinilai berhasil mengintegrasikan CSR dengan prinsip ESG dan strategi bisnis.
Panitia mencatat tren peningkatan partisipasi. Pada awalnya jumlah peserta terbatas, namun pada seleksi awal tahun ini tercatat lebih dari 1.000 perusahaan.
Perubahan peran CSR dalam bisnis
Ketua Penyelenggara TOP CSR Awards 2026, M. Lutfi Handayani, mengatakan bahwa persepsi tentang CSR telah bergeser dari kegiatan filantropi menjadi instrumen strategi. Menurutnya, perusahaan kini menilai keberlanjutan sebagai bagian dari nilai bisnis dan hubungan dengan pemangku kepentingan.
Setelah satu dasawarsa, jumlah peserta meningkat lebih dari 400 persen
Kriteria penilaian
Penilaian TOP CSR Awards mengacu pada standar internasional dan praktik tata kelola. Panitia menerapkan penilaian berbasis ISO 26000 SR, ESG, dan keterkaitan program dengan business strategy. Evaluasi mencakup dampak program, tingkat inovasi, serta seberapa erat program terintegrasi dengan tujuan bisnis perusahaan.
Sikap regulator dan juri
Deputi Bidang Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH, Rasio Ridho Sani, mengingatkan bahwa konsep tanggung jawab lingkungan sudah dikenalkan pemerintah lewat program Proper sejak 1995. Ia menekankan bahwa perusahaan harus memperhatikan aspek sosial dan lingkungan selain mencari keuntungan.
Perusahaan tidak cukup hanya mencari profit, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan dan masyarakat sekitar
Ketua Dewan Juri TOP CSR Awards 2026, Mas Achmad Daniri, menyoroti pentingnya pendekatan creating shared value. Menurutnya, bila CSR dipisahkan dari strategi bisnis, maka program tersebut hanya menjadi bentuk donasi belaka.
Semakin jauh CSR dari strategi bisnis, maka yang terjadi hanya program donasi
Implikasi bagi perusahaan
Perubahan ini berarti perusahaan perlu merancang program CSR yang terukur dan selaras dengan tujuan bisnis. Integrasi tersebut dapat meningkatkan nilai perusahaan sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Dengan bukti partisipasi yang meningkat dan kriteria penilaian yang ketat, TOP CSR Awards 2026 memperlihatkan bahwa keberlanjutan kini menjadi faktor penting dalam persaingan bisnis modern.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wali Kota Illiza Dukung UMKM Parfum Banda Aceh
Wali Kota Illiza kunjungi KIMI Parfum, dorong program "Banda Aceh sebagai Kota Parfum" dan kerja sama dengan...
Mengapa Produk Handmade Tetap Diburu di Era Produksi Massal
Produk handmade tetap laris karena keunikan, personalisasi, dan kualitas bahan, kata Putri Hidayah saat Obro...
Arby's Rumah Kue Terapkan Produksi Sesuai Pesanan untuk Kurangi Limbah
Arby's Rumah Kue Malang menerapkan produksi sesuai pesanan untuk menjaga kualitas sekaligus mengurangi limba...
Koperasi Pesantren Lumajang Ikuti Workshop Pengembangan Usaha
Pengurus koperasi pesantren Lumajang mengikuti workshop pada 23 Juli 2026 untuk memperkuat tata kelola dan m...
Belu Larang Sembelih Sapi Betina Produktif, Populasi 67.141
Pemda Belu melarang penyembelihan sapi betina produktif untuk menjaga populasi; jumlah sapi naik menjadi 67....
Pertamina Pastikan 13 SPBU Palembang Layani Biosolar 24 Jam
Pertamina memastikan 13 SPBU di Palembang menyalurkan Biosolar bersubsidi 24 jam untuk mereduksi antrean dan...