Pemerintah Gelontorkan Triliunan untuk Stimulus Semester II 2026
Pemerintah mengalokasikan anggaran triliunan rupiah untuk paket stimulus ekonomi semester II 2026, termasuk diskon transportasi, insentif perpajakan, lanjutan Work From Home (WFH), serta program magang dan vokasi untuk menjaga aktivitas ekonomi tetap optimal.
Keputusan kebijakan dan evaluasi WFH
Keputusan paket stimulus dan kebijakan lanjutan WFH diumumkan usai Rapat Koordinasi Terbatas di Kemenko Perekonomian, Selasa, 26 Mei 2026. Pemerintah menilai pelaksanaan WFH dua bulan terakhir membawa dampak positif terhadap konsumsi energi.
Tadi kita evaluasi terkait WFH, dalam dua bulan terlihat hasilnya cukup baik. Terjadi penurunan penggunaan Pertalite di bulan April hingga 9 persen, karenanya diputuskan untuk melanjutkan WFH dua bulan ke depan
Kebijakan lanjutan tersebut akan ditindaklanjuti kementerian/lembaga dan diimbau ke sektor swasta. Rakortas juga membahas refocusing anggaran untuk mendukung transformasi budaya kerja.
Stimulus transportasi untuk liburan sekolah dan Nataru
Pemerintah menyiapkan paket transportasi untuk periode liburan sekolah dan Natal-Tahun Baru (Nataru). Alokasi anggaran diarahkan untuk potongan tarif kereta, diskon angkutan laut, pembebasan tarif penyeberangan, serta PPN Ditanggung Pemerintah untuk tiket pesawat kelas ekonomi.
- Liburan sekolah (periode perjalanan 20 Juni–5 Juli 2026): anggaran transportasi Rp190,5 miliar, target 3.074.899 penerima manfaat.
- Kereta api: potongan tarif 30 persen pada periode liburan sekolah dan 30 persen pada periode Nataru (22 Desember 2026–4 Januari 2027).
- Angkutan laut PT Pelni: diskon 30 persen untuk periode yang ditentukan pada masing-masing musim liburan.
- ASDP: pembebasan tarif jasa kepelabuhanan pada periode liburan sekolah dan Nataru.
Selain itu, pemerintah memberikan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi pada periode liburan sekolah dan Nataru.
- Periode liburan sekolah (24 Juni–5 Juli 2026): anggaran PPN DTP sekitar Rp472,7 miliar, target 2,3 juta penumpang.
- Periode Nataru (22 Desember 2026–10 Januari 2027): anggaran PPN DTP sekitar Rp722 miliar, target 3,7 juta penumpang.
- Pemerintah juga menambahkan komponen diskon Airport Tax: PJP2U dan PJP4U masing-masing 50 persen.
Insentif perpajakan dan program ketenagakerjaan
Pemerintah menetapkan insentif perpajakan berupa PPh Final Royalti 1,5 persen bagi penulis. Kebijakan ini diharapkan mendorong sektor kreatif dan penerbitan karya.
Program ketenagakerjaan juga menjadi fokus. Pemerintah melanjutkan Program Magang Nasional pada Juli 2026 dengan target 150.000 peserta dan dukungan anggaran sebesar Rp4,14 triliun.
Selain itu disiapkan program vokasi nasional bagi 220.000 lulusan SMK dan 50.000 pekerja terdampak PHK, dengan estimasi anggaran Rp2,12 triliun.
Dampak dan prospek
Rangkaian kebijakan ini dirancang untuk menjaga mobilitas dan daya beli masyarakat selama periode puncak perjalanan. Stimulus transportasi dan PPN DTP ditargetkan untuk meningkatkan aksesibilitas perjalanan domestik, sementara program magang dan vokasi bertujuan memperkuat kesiapan tenaga kerja.
Dengan kombinasi insentif fiskal dan program pengembangan SDM, pemerintah berharap aktivitas ekonomi semester II 2026 tetap terjaga dan membantu pemulihan yang berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...