Pertamina Pastikan 13 SPBU Palembang Layani Biosolar 24 Jam
Pertamina memastikan 13 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Palembang menyalurkan Biosolar bersubsidi 24 jam
Operasional malam dan tambahan jaringan
Selain 13 SPBU yang buka nonstop, penyedia jasa membuka delapan jaringan tambahan mulai pukul 21.00 hingga 05.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Langkah ini merupakan hasil kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan.
Penambahan layanan malam ditujukan untuk mengurai antrean dan memudahkan pengemudi truk mengisi bahan bakar di luar jam puncak. Pelayanan nonstop juga diharapkan menjaga produktivitas angkutan barang di wilayah tersebut.
Peninjauan lapangan dan pengawasan digital
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, meninjau langsung pelayanan SPBU pada Rabu, 22 Juli 2026. Kunjungan menyasar SPBU nomor 23.301.34 Noerdin Pandji dan SPBU nomor 23.301.29 Kebun Bunga untuk memastikan operasional berjalan sesuai rencana.
Dalam kunjungannya, Mars Ega memantau implementasi Program Subsidi Tepat dengan sistem pemindaian QR Code. Ia juga berdialog dengan sejumlah pengemudi truk untuk menerima masukan terkait proses pengisian.
"Kami ingin memastikan masyarakat yang berhak mendapatkan Biosolar bersubsidi memperoleh pelayanan yang nyaman. Karena itu kami hadir langsung di lapangan untuk melihat pelayanan, mendengar masukan konsumen, sekaligus memastikan Program Subsidi Tepat berjalan lancar," ujar Mars Ega.
Data pendaftaran subsidi dan tujuan digitalisasi
Pendaftaran nasional Program Subsidi Tepat telah mencatat lebih dari 3,9 juta unit kendaraan berbahan Biosolar. Sementara itu, pemilik mobil jenis Pertalite yang terdaftar resmi mencapai sekitar 12 juta unit.
Digitalisasi pendaftaran dan verifikasi ditujukan agar penyaluran BBM subsidi menjadi tepat sasaran. Perusahaan merilis data pencapaian pendaftaran subsidi pada Kamis, 23 Juli 2026.
Ketersediaan pasokan dan sinergi daerah
Executive General Manager Regional Sumatra Bagian Selatan, Alexander Susilo, menyatakan seluruh SPBU di wilayah itu mendapatkan jaminan pasokan aman. Pernyataan ini dimaksudkan untuk memberi kepastian bagi mobilitas warga dan rantai logistik.
"Layanan ini merupakan hasil koordinasi dan sinergi bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan Biosolar bersubsidi kepada masyarakat. Kami juga terus memastikan pasokan BBM dalam kondisi aman sehingga pelayanan di seluruh SPBU dapat berjalan optimal," kata Alexander.
Sinergi antara Pertamina Patra Niaga dan pemerintah daerah menjadi kunci menjaga keandalan distribusi energi. Perusahaan menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan pelayanan publik terbaik bagi masyarakat Palembang dan sekitarnya.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...