Ekonomi

Belu Larang Sembelih Sapi Betina Produktif, Populasi 67.141

Bagikan:
Peternakan sapi di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur

Pemerintah Kabupaten Belu melarang penyembelihan sapi betina produktif untuk menjaga stok ternak. Kebijakan ini disampaikan seiring kenaikan populasi sapi dari 66.789 ekor pada 2025 menjadi 67.141 ekor pada Juli 2026.

Populasi sapi di Belu meningkat

Data Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu menunjukkan pertumbuhan 0,5 persen pada populasi sapi sejak 2025. Kenaikan tercatat pada pertengahan 2026 meski tetap ada pemotongan untuk konsumsi lokal dan pengiriman ke daerah lain.

Tahun Populasi Sapi (ekor)
2025 66.789
2026 (Juli) 67.141

Aturan larangan pemotongan sapi betina produktif

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu, Yoos Djami, menjelaskan bahwa aturan tersebut diberlakukan untuk memastikan kelangsungan produksi ternak betina. Pengawasan berlaku juga di Rumah Potong Hewan (RPH) setempat.

“Populasi ternak sapi ada peningkatan 0,5 persen. Dari 66.789 ekor menjadi 67.141 ekor tahun 2026. Menandakan kita mampu mempertahankan jumlah populasi ternak sapi,” kata Yoos Djami.

Di RPH Atambua, penyembelihan dilakukan sekitar 5-6 ekor sapi per hari. Sebelum disembelih, petugas Dinas Peternakan memeriksa hewan untuk memastikan bukan sapi indukan produktif.

“Masyarakat dihimbau tidak memotong sapi betina produktif, sudah sering dipotong maka akan menghambat pertumbuhan sapi betina. Sederhananya kalau sudah beranak 6 hingga 7 ekor boleh dipotong karena tidak produktif lagi,” ucapnya.

“Masa produktif sapi betina maksimal beranak 8 sampai 9 ekor. Jarang terjadi dari 1 ekor betina induk produktif bisa beranak hingga 10 ekor,” tambah Yoos Djami.

Upaya kesehatan ternak dan vaksinasi

Selain larangan pemotongan, Dinas Peternakan melakukan vaksinasi rutin setiap tahun dan pelayanan kesehatan hewan. Program ini bertujuan memastikan kondisi ternak peliharaan sehat dan tetap produktif.

  • Pengawasan pemotongan di RPH
  • Larangan pemotongan sapi betina produktif
  • Vaksinasi dan pelayanan kesehatan hewan tahunan

Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah daerah berharap mampu mempertahankan dan meningkatkan populasi sapi di Kabupaten Belu, sekaligus menjaga pasokan daging untuk kebutuhan lokal.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait