Koperasi Pesantren Lumajang Ikuti Workshop Pengembangan Usaha
Pengurus koperasi pesantren di Kabupaten Lumajang berkumpul di Kantor Bupati Lumajang pada Kamis, 23 Juli 2026, untuk mengikuti Workshop Pengembangan Usaha Koperasi Pondok Pesantren. Kegiatan ini digelar oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur bersama Program One Pesantren One Product (OPOP) Jatim. Tujuan utama acara adalah memperkuat tata kelola dan mendorong pengembangan unit usaha koperasi pesantren agar lebih profesional dan berkelanjutan.
Tujuan dan fokus workshop
Workshop menekankan agar koperasi pesantren tidak hanya menjadi lembaga simpan pinjam, tetapi juga berkembang sebagai penggerak ekonomi pesantren. Pelatihan fokus pada peningkatan kapasitas pengurus, pengembangan unit usaha, dan penerapan sistem pengendalian internal.
Materi dan pemateri
Acara menghadirkan beberapa narasumber dari pemerintah daerah dan praktik pesantren. Kepala Bidang Pembiayaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Arif Lukman, mendorong pengelolaan yang lebih profesional demi manfaat anggota.
"Melalui workshop ini kami berharap pengurus koperasi memperoleh wawasan dan strategi baru dalam mengembangkan usahanya. Koperasi pesantren harus terus bertransformasi menjadi lembaga ekonomi yang profesional, akuntabel, dan berdaya saing,"
Selanjutnya, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Lumajang, Muhammad Ridho, memaparkan program pemberdayaan UMKM yang bisa dimanfaatkan koperasi pesantren. Sesi lain menghadirkan pengalaman praktik dari LDP Sidogiri Business Center tentang pengembangan unit usaha berbasis pesantren.
Penguatan tata kelola dan sistem
Sekretaris Jenderal OPOP Jatim, Gus Ghofirin, menekankan pentingnya sistem pengendalian internal agar koperasi tidak bergantung pada figur tertentu. Ia mengingatkan bahwa keberlangsungan koperasi bergantung pada sistem kerja yang jelas dan dijalankan seluruh pengurus.
"Kalau koperasi hanya bisa berjalan ketika ketuanya hadir, berarti sistemnya belum terbentuk. Koperasi yang sehat dibangun dengan sistem yang dipahami dan dijalankan seluruh pengurus,"
Respon pengurus dan langkah lanjutan
Peserta workshop menyatakan materi yang disampaikan relevan dengan tantangan yang mereka hadapi. Ketua Koperasi Pesantren Syarifuddin, Hoirul Ichfan, menyambut baik pelatihan dan berharap pendampingan serupa dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan tata kelola dan memperluas unit usaha koperasi.
Rangkaian kegiatan dan manfaat
Selain sesi materi, workshop menjadi ajang berbagi praktik dan jaringan antar koperasi pesantren. Peserta mendapat contoh konkret pengelolaan usaha pesantren yang dapat dijadikan referensi dalam merancang bisnis berbasis kemandirian pesantren.
Penutup: prospek pengembangan
Dengan peningkatan kapasitas dan penerapan sistem yang lebih baik, diharapkan koperasi pesantren di Lumajang mampu mengembangkan unit usaha yang berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan program OPOP menjadi kunci untuk memperkuat peran koperasi sebagai sumber kesejahteraan komunitas pesantren.
- Arif Lukman — Kepala Bidang Pembiayaan Dinas Koperasi & UKM Jatim
- Muhammad Ridho — Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Lumajang
- Gus Ghofirin — Sekretaris Jenderal OPOP Jatim
- LDP Sidogiri Business Center — praktik pengembangan unit usaha
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...