Arby's Rumah Kue Terapkan Produksi Sesuai Pesanan untuk Kurangi Limbah
Arby's Rumah Kue di Malang menerapkan sistem made by order untuk memproduksi kue sesuai jumlah pesanan. Kebijakan ini diberlakukan sejak usaha mengalami perubahan pola belanja pelanggan dan bertujuan mengurangi limbah pangan serta menjaga kualitas produk saat diterima konsumen.
Strategi produksi: pesanan sebagai acuan
Owner Arby's Rumah Kue, Rini Djathi, menjelaskan produksi berdasarkan pesanan membuat proses lebih efisien. Setiap item dibuat sesuai jumlah yang dipesan pelanggan, sehingga tidak ada stok berlebih yang harus disimpan atau berisiko kedaluwarsa.
"Kalau made by order itu lebih nyaman. Pesanan 50 ya bikin 50, dan customer mendapatkannya fresh. Jadi sama-sama enak, customer dapat barang baru dan kita tidak ada risiko barang kembali," ujar Rini Djathi pada jagongan UMKM pro 4 RRI Malang, Senin (20/7/2026).
Manfaat bagi operasional dan pelanggan
Sistem ini memberi beberapa manfaat praktis. Pertama, penggunaan bahan baku menjadi terukur. Kedua, pengemasan bisa disesuaikan tanpa menumpuk produk. Ketiga, konsumen mendapat produk yang baru dibuat sehingga cita rasa dan tekstur terjaga.
- Efisiensi bahan baku dan biaya produksi
- Mengurangi risiko produk tidak terjual
- Menjaga kesegaran dan kualitas bagi pembeli
Adaptasi UMKM terhadap perubahan pola belanja
Rini menerangkan bahwa strategi ini juga bagian dari adaptasi Arby's terhadap meningkatnya pemesanan langsung dan lewat platform digital. Dengan demikian, produksi lebih mudah disesuaikan dengan permintaan pasar tanpa perlu menimbang stok besar di toko oleh-oleh.
Dampak terhadap pengurangan limbah pangan
Langkah produksi sesuai pesanan berdampak langsung pada pengurangan limbah. Karena barang hanya dibuat saat ada permintaan, potensi pemborosan bahan baku dan produk yang harus dibuang menurun. Pendekatan ini menjadi contoh praktik berkelanjutan bagi pelaku usaha kecil.
Arby's Rumah Kue menunjukkan bahwa pengelolaan usaha bisa mengutamakan efisiensi dan keberlanjutan tanpa mengorbankan mutu produk. Ke depan, metode ini memungkinkan UMKM kuliner menyesuaikan kapasitas produksi dengan permintaan real time dan memperkuat kepercayaan pelanggan.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Wali Kota Illiza Dukung UMKM Parfum Banda Aceh
Wali Kota Illiza kunjungi KIMI Parfum, dorong program "Banda Aceh sebagai Kota Parfum" dan kerja sama dengan...
Mengapa Produk Handmade Tetap Diburu di Era Produksi Massal
Produk handmade tetap laris karena keunikan, personalisasi, dan kualitas bahan, kata Putri Hidayah saat Obro...
Koperasi Pesantren Lumajang Ikuti Workshop Pengembangan Usaha
Pengurus koperasi pesantren Lumajang mengikuti workshop pada 23 Juli 2026 untuk memperkuat tata kelola dan m...
Belu Larang Sembelih Sapi Betina Produktif, Populasi 67.141
Pemda Belu melarang penyembelihan sapi betina produktif untuk menjaga populasi; jumlah sapi naik menjadi 67....
Pertamina Pastikan 13 SPBU Palembang Layani Biosolar 24 Jam
Pertamina memastikan 13 SPBU di Palembang menyalurkan Biosolar bersubsidi 24 jam untuk mereduksi antrean dan...
KAI Services Siagakan 2.380 OBC dan 6.076 CBS untuk Kebersihan Kereta
KAI Services kerahkan 2.380 OBC dan 6.076 CBS di Jawa-Sumatera untuk menjaga kebersihan kereta dan stasiun,...