Wali Kota Illiza Dukung UMKM Parfum Banda Aceh
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, mengunjungi pelaku UMKM parfum KIMI Parfum di Lampineung pada 22 Juli 2026 untuk mendorong pengembangan industri parfum lokal sebagai ikon baru kota. Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas pelaku usaha, membuka jaringan pemasaran, dan menyiapkan program Banda Aceh sebagai Kota Parfum.
Kunjungan ke KIMI Parfum
Pada Rabu, 22 Juli 2026, Illiza meninjau proses produksi dan mencoba sejumlah produk parfum yang dibuat KIMI Parfum. Kunjungan berlangsung di kawasan Lampineung, Banda Aceh, dan menjadi aksi nyata dukungan pemerintah kota terhadap UMKM di sektor ini.
Menurut Illiza, kualitas parfum lokal Banda Aceh mampu bersaing dengan produk impor, baik dari segi aroma, daya tahan, maupun kemasan. Ia mendorong masyarakat untuk bangga memakai produk dalam negeri.
Kerja sama dengan Kota Grasse
Pemerintah kota telah menjalin kerja sama dengan Kota Grasse di Prancis, yang dikenal sebagai pusat industri parfum dunia. Tujuan kerja sama ini adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan produk UMKM parfum Banda Aceh.
"Kita sudah bekerja sama dengan Kota Grasse di Prancis untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para UMKM di bidang parfum,"
Kerja sama diharapkan membuka peluang transfer pengetahuan, pelatihan teknis, hingga akses jaringan pemasaran yang lebih luas.
Program "Banda Aceh sebagai Kota Parfum"
Pemerintah Kota Banda Aceh berencana meluncurkan program "Banda Aceh sebagai Kota Parfum" dalam waktu dekat. Program ini menjadi bagian strategi memperkuat ekonomi kreatif dan memperkenalkan potensi unggulan daerah ke tingkat nasional maupun internasional.
Rencana program mencakup peningkatan kapasitas produksi, pembinaan mutu produk, serta dukungan promosi untuk memperluas pasar UMKM parfum Aceh.
Dampak bagi UMKM dan Ekonomi Lokal
Penguatan sektor parfum diharapkan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Pemerintah kota menilai dukungan institusional dan kebanggaan konsumen terhadap produk lokal menjadi kunci daya saing UMKM Banda Aceh.
Dengan langkah-langkah tersebut, Banda Aceh berharap menjadi salah satu pusat industri parfum unggulan di Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif setempat.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Mengapa Produk Handmade Tetap Diburu di Era Produksi Massal
Produk handmade tetap laris karena keunikan, personalisasi, dan kualitas bahan, kata Putri Hidayah saat Obro...
Arby's Rumah Kue Terapkan Produksi Sesuai Pesanan untuk Kurangi Limbah
Arby's Rumah Kue Malang menerapkan produksi sesuai pesanan untuk menjaga kualitas sekaligus mengurangi limba...
Koperasi Pesantren Lumajang Ikuti Workshop Pengembangan Usaha
Pengurus koperasi pesantren Lumajang mengikuti workshop pada 23 Juli 2026 untuk memperkuat tata kelola dan m...
Belu Larang Sembelih Sapi Betina Produktif, Populasi 67.141
Pemda Belu melarang penyembelihan sapi betina produktif untuk menjaga populasi; jumlah sapi naik menjadi 67....
Pertamina Pastikan 13 SPBU Palembang Layani Biosolar 24 Jam
Pertamina memastikan 13 SPBU di Palembang menyalurkan Biosolar bersubsidi 24 jam untuk mereduksi antrean dan...
KAI Services Siagakan 2.380 OBC dan 6.076 CBS untuk Kebersihan Kereta
KAI Services kerahkan 2.380 OBC dan 6.076 CBS di Jawa-Sumatera untuk menjaga kebersihan kereta dan stasiun,...