Ekonomi

Satu Dekade Produksi Arang di Moyudan, Joko Andalkan Kualitas

Bagikan:
Joko Mulyanto dan tumpukan arang hasil produksi di Moyudan Sleman

Joko Mulyanto, produsen arang di Padukuhan Gamplong 5, Moyudan, Sleman, telah menjalankan usaha arang tradisional sejak 2015 dan tetap diminati pelanggan kuliner lokal. Dalam sekali proses pembakaran ia menghasilkan sekitar delapan hingga sembilan bagor, yang umumnya habis terjual dalam dua hari setelah dibongkar.

Awal mula dan motivasi usaha

Usaha rumahan ini dikelola bersama istri Joko. Awalnya Joko menggunakan arang untuk bahan bakar pembuatan roti lapis legit yang dijalankan keluarga. Setelah mertuanya meninggal dan usaha roti menurun, Joko memutuskan meneruskan pembuatan arang sebagai mata pencaharian utama.

Awalnya saya membuat roti lapis legit yang bahan bakarnya memakai arang. Setelah mertua sudah tidak ada dan usaha roti mulai sepi, akhirnya saya beralih membuat arang sampai sekarang

Proses produksi dan bahan baku

Joko sangat selektif dalam memilih kayu. Ia lebih mengutamakan kayu keras karena menghasilkan bara awet dan api stabil. Kayu dibakar di dalam tobong berukuran panjang dua meter, lebar satu meter, dan tinggi satu meter. Satu siklus pembakaran berlangsung sekitar tiga hari sampai kayu berubah menjadi arang berkualitas.

  • Kayu keras yang dipilih: mahoni, sonokeling (wesen), asam, rambutan
  • Kayu lunak yang kurang direkomendasikan: sengon, trembesi, munggur

Keunikan proses Joko terletak pada cara pendinginan. Setelah pembakaran selesai, bara tidak disiram air melainkan ditutup dengan abu hingga api padam alami. Metode ini membuat arang tetap kering tanpa perlu jemur, sehingga mutu terjaga sampai ke tangan pembeli.

Pasokan bahan baku dan kapasitas

Sepanjang hampir satu dekade Joko mengumpulkan kayu sendiri, namun sejak sekitar setahun terakhir bahan baku dipasok langsung oleh pemasok. Perubahan ini membuat proses produksi lebih efisien dan stabil.

Dalam sekali pembakaran Joko mampu menghasilkan delapan sampai sembilan bagor arang. Setelah dibongkar, produk biasanya ludes terjual dalam dua hari karena permintaan tinggi dari pedagang makanan lokal.

Pemasaran dan pelanggan

Di tingkat kecamatan Moyudan, hingga kini Joko menyatakan dirinya satu-satunya produsen arang. Hal ini memudahkan pemasaran karena masih banyak permintaan dari warung angkringan, penjual bakmi, dan pedagang sate.

Saya mengambil arang di Pak Joko karena kualitasnya bagus, arangnya utuh, cepat menyala, dan baranya lebih awet dibandingkan yang lain

Ferdi, pengecer yang menjadi salah satu pelanggan, biasanya mengambil empat sampai lima sak untuk dipasarkan kembali ke Moyudan, Godean, dan Sedayu.

Impak dan keberlanjutan

Dengan mempertahankan teknik tradisional dan fokus pada kualitas bahan baku, usaha arang Joko membuktikan produk lokal masih kompetitif. Konsistensi mutu menjaga loyalitas pelanggan dan memberikan penghidupan bagi keluarga melalui keterampilan turun-temurun.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait