Cipayung Plus Deliserdang Kecam Fitnah Tuduhan 'Didanai DPRD'
DELISERDANG — Aliansi Cipayung Plus Kabupaten Deliserdang mengecam keras beredarnya tuduhan bahwa gerakan moral mahasiswa pada Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026, didanai dan ditunggangi oleh oknum anggota DPRD setempat. Pernyataan resmi aliansi disampaikan pada Minggu, 1 November 2026, dan menyebut kabar tersebut sebagai kebohongan publik yang bertujuan mendiskreditkan gerakan.
Klarifikasi atas tuduhan
Perwakilan Cipayung Plus menyatakan aksi 28 Oktober lahir dari keresahan mahasiswa dan publik terhadap tata kelola pemerintahan daerah. Mereka menegaskan aksi itu independen dan bukan alat politik praktis pihak mana pun.
Aliansi menyebut narasi bahwa aksi tersebut dibiayai atau disetir oleh DPRD sebagai upaya delegitimasi. Mereka menilai tuduhan itu muncul karena kritik mahasiswa dinilai menyentuh kepentingan penguasa.
“Ini adalah bentuk pembunuhan karakter dan fitnah busuk yang sengaja dihembuskan untuk mengalihkan perhatian publik dari substansi persoalan yang sebenarnya. Ketika rezim dan lingkaran kekuasaan gagal menjawab kritikan tajam kami secara rasional dan elegan, mereka justru memilih bermain di lumpur dengan melempar isu liar seolah gerakan suci mahasiswa ini disetir oleh kepentingan politik praktis. Itu adalah cara-cara pengecut!”
Alasan memilih 28 Oktober
Cipayung Plus menjelaskan pemilihan tanggal 28 Oktober sebagai momen aksi bukan kebetulan. Hari Sumpah Pemuda dipandang sebagai waktu paling relevan untuk mengkritik kinerja pemerintahan yang dinilai jauh dari harapan rakyat.
Menurut aliansi, momentum bersejarah itu memberi legitimasi moral bagi tuntutan yang disampaikan mahasiswa tentang persoalan kerakyatan.
Tuntutan dan peringatan
Melalui pernyataan resmi, aliansi mengimbau pihak-pihak yang menyebarkan fitnah untuk menghentikan provokasi dan narasi menyesatkan. Mereka menuntut klarifikasi publik dan meminta pihak yang menuduh agar membuktikan klaimnya secara hukum jika benar-benar berani.
“Jangan pernah samakan idealisme mahasiswa dengan mental para penjilat kekuasaan yang terbiasa bermain di ruang-ruang transaksional. Perjuangan kami murni untuk kepentingan rakyat Deliserdang, bukan untuk melayani syahwat politik segelintir elite. Kalau memang pihak-pihak penyebar fitnah itu punya nyali, buktikan tuduhan kalian secara terbuka di hadapan hukum dan publik, jangan hanya berani bersembunyi di balik lemparan isu gelap untuk cuci tangan!”
Dampak dan konteks ke depan
Cipayung Plus menilai framing negatif itu menunjukkan kritik mahasiswa berhasil menyingkap kebijakan yang dinilai tidak pro-rakyat. Aliansi berjanji akan terus mengawal kebijakan daerah dan menuntut penyelesaian persoalan publik sampai keadilan ditegakkan.
Dengan sikap tegas tersebut, gerakan mahasiswa Deliserdang menegaskan tidak akan gentar menghadapi upaya pembungkaman dan akan melanjutkan pengawasan terhadap kebijakan publik di daerah.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Sat Lantas Labuhanbatu Sosialisasi Keselamatan di Pasar Gelugur
Sat Lantas Polres Labuhanbatu menggelar Dikmas di Pasar Gelugur pada 1 November 2026 untuk tingkatkan kepatu...
Hari Pramuka Sumut ke-65: Wabup Sergai Minta Nilai Pramuka Hidup
Wabup Sergai H. Adlin Tambunan meminta nilai Tri Satya dan Dasa Darma hidup sehari-hari saat Upacara Hari Pr...
Waspada Kembangkan Survei, Polisi Bekuk Pengedar Sabu dan Curanmor
Harian Waspada kembangkan program survei dan riset; polisi di Tapanuli menangkap terduga pengedar sabu dan p...
Waspada bentuk Litbang, pakar: survei harus transparan
Harian Waspada mendirikan tim Litbang untuk survei dan riset; pakar menekankan transparansi metodologi, inde...
Polres Taput Ungkap Curanmor Lintas Kabupaten, Tersangka JS Diamankan
Polres Tapanuli Utara menangkap JS, 19, pelaku curanmor lintas kabupaten; sepeda motor korban diamankan dan...
Polres Tapanuli Tengah Tangkap Pria, Sita 1,88 gram Sabu
Sat Resnarkoba Polres Tapanuli Tengah menangkap AZH (28) di Pinangsori dan menyita 14 paket sabu seberat 1,8...