BPOM Masukkan Lebih dari 2.000 Kosmetik ke Daftar Hitam
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memasukkan lebih dari 2.000 item produk kosmetik ke dalam daftar hitam sebagai upaya melindungi konsumen dari peredaran kosmetik ilegal dan berbahaya. Pengumuman ini disampaikan pada Jumat, 5 Juni 2026 di Tangerang oleh Kepala BPOM, Taruna Ikrar.
Jumlah dan temuan terbaru
BPOM menyebutkan ada penambahan signifikan pada daftar hitam kali ini. Taruna Ikrar mengatakan pihaknya menambahkan lebih dari 900 item produk kosmetik dalam daftar terbaru. Sebelumnya, lembaga telah memasukkan sekitar 2.000 item kosmetik yang dinilai berisiko bagi kesehatan masyarakat.
“Ini ada 900 lebih item yang terbaru kita blacklist. Tapi sebelum-sebelumnya itu kan kita ada kurang lebih 2.000 item produk kosmetik dilakukan blacklist juga,” kata Taruna Ikrar di Tangerang, Jumat 5 Juni 2026.
Asal produk yang diblacklist
Mayoritas produk yang diblacklist berasal dari impor lewat jalur ilegal. BPOM mencatat sekitar 90 persen dari total produk bermasalah itu berasal dari Tiongkok. Ada juga produk dari negara lain, namun porsinya jauh lebih kecil dibanding produk asal Tiongkok.
Pengawasan dan penindakan
BPOM memperkuat pengawasan pada dua jalur distribusi utama. Pertama, saluran konvensional seperti pasar dan toko kosmetik. Kedua, perdagangan daring yang dinilai rawan peredaran produk tanpa izin edar.
Langkah pemblokiran atau blacklist dilakukan untuk mencegah peredaran produk yang tidak memiliki izin edar BPOM atau yang mengandung bahan berbahaya. Tujuannya adalah menurunkan risiko kesehatan bagi masyarakat pengguna kosmetik.
Imbauan untuk konsumen
BPOM meminta masyarakat lebih berhati-hati saat membeli kosmetik. Konsumen dianjurkan memeriksa izin edar BPOM sebelum membeli atau menggunakan produk.
- Periksa nomor izin edar BPOM pada kemasan produk.
- Hindari produk yang dijual melalui jalur tidak resmi atau harga sangat murah.
- Laporkan produk mencurigakan ke otoritas terkait untuk ditindaklanjuti.
Dengan penegakan ini, BPOM berharap peredaran kosmetik ilegal dapat menurun dan keselamatan konsumen meningkat. Pengawasan akan terus diperkuat untuk menutup celah distribusi produk berbahaya.
Berita Terkait
BPOM Bekukan 263.000 Tautan Promosi Kosmetik Ilegal
BPOM membekukan 263.000 tautan yang mempromosikan kosmetik impor ilegal dari Tiongkok dan menyegel gudang di...
Pemerintah Genjot PSEL Nasional, Target Operasi 2028
Pemerintah percepat pembangunan 30 PSEL, target operasional 2028 untuk atasi sampah 60 juta ton per tahun da...
Menkum Targetkan 100% Digitalisasi Layanan pada September 2026
Menkum Supratman menargetkan 100% digitalisasi layanan Kementerian Hukum pada September 2026 untuk menutup s...
KAI Diskon 30% Tiket Ekonomi untuk Liburan Sekolah
KAI berikan diskon 30% untuk tiket Ekonomi Komersial selama liburan sekolah, berlaku 20 Juni–5 Juli 2026; pe...
Puspoll: Kasus Korupsi Jadi Momentum Perkuat Tata Kelola BGN
Puspoll minta pergantian pimpinan BGN jadi momentum perkuat tata kelola MBG agar layanan tetap kredibel dan...
KAI Beri Diskon 30% untuk Kereta Ekonomi saat Liburan Sekolah
KAI memberi diskon 30% untuk tiket Ekonomi Komersial pada keberangkatan 20 Juni–5 Juli 2026; pemesanan dibuk...