BPOM Awasi Biosimilar dan Dorong Ekspor Industri di Sidoarjo
BPOM melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke dua industri besar di Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin, 15 Juni 2026. Kunjungan menyasar perkembangan teknologi biosimilar di PT Bernofarm dan fasilitas produksi pangan di PT Sekar Laut Tbk. Tujuannya memastikan keamanan produk sekaligus mendukung kemandirian farmasi dan ketahanan pangan nasional.
Monitoring dan sertifikasi teknologi biosimilar
Di PT Bernofarm, BPOM meninjau kemajuan teknologi produksi biosimilar yang tengah dikembangkan perusahaan. BPOM juga menerbitkan Sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CKPB) untuk fasilitas terkait sebagai bagian dari proses pengawasan.
Pengawasan dilakukan secara berkesinambungan mulai dari tahap pre-market hingga post-market. Pendekatan ini bertujuan menjamin keamanan dan kualitas produk farmasi sebelum serta setelah beredar di pasar.
"Tugas kami itu memastikan bahwa betul-betul semua prosedur standar terjalankan, pengawasan ini bukan untuk mempersulit, tetapi untuk melindungi. Kalau terjadi kesalahan di kemudian hari, investasi ratusan miliar bisa habis dan masyarakat yang menjadi korban," ujar Taruna Ikrar.
Produksi dan ekspor PT Sekar Laut
BPOM juga meninjau fasilitas PT Sekar Laut Tbk., produsen kerupuk dengan kapasitas produksi hingga 25 ton per hari. Perusahaan telah mengantongi sembilan sertifikat Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik.
PT Sekar Laut mengekspor produknya ke lebih dari 30 negara. Perusahaan juga memperoleh establishment approval dari otoritas Arab Saudi sejak Agustus 2025, yang memperkuat akses pasar internasionalnya.
"Surat keterangan ekspor itu semua bukan sekadar stempel, itu jaminan, monitoring evaluasi wajib hukumnya bagi kami. Supaya bukan hanya melindungi masyarakat, tapi melindungi industri juga," ujar Taruna Ikrar.
Langkah BPOM dan implikasinya
Melalui rangkaian monev, BPOM menegaskan pengawasan ketat berstandar internasional. Langkah ini tidak hanya menjaga keselamatan konsumen, tetapi juga mendukung daya saing produk nasional di pasar global.
Beberapa langkah yang diambil BPOM selama kunjungan antara lain:
- Peninjauan fasilitas produksi dan proses manufaktur;
- Penerbitan atau verifikasi sertifikat CKPB dan izin produksi pangan olahan yang baik;
- Monitoring berkelanjutan dari tahap pra-pasar hingga pasca-pasar.
Dengan kehadiran pengawas di pabrik obat dan pangan, BPOM berharap kekuatan regulasi dan dukungan teknis akan mempercepat kemandirian industri farmasi serta memperluas peluang ekspor. Kombinasi proteksi konsumen dan penguatan industri diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...