Lokal

Gubernur Bobby Ajak GPIB Perangi Penyalahgunaan Narkoba di Sumut

Bagikan:
Gubernur Bobby Nasution berbicara di perayaan HUT ke-78 GPIB Immanuel Medan

Medan, 31 Oktober — Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengajak gereja aktif memerangi penyalahgunaan narkoba yang dinilai semakin marak di provinsi ini. Ajakan itu disampaikan saat ia menghadiri perayaan HUT ke-78 Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Immanuel Medan di Gedung Alfa Omega, Jalan Diponegoro, Medan.

Gereja diminta terlibat cegah narkoba

Bobby menegaskan bahwa penanggulangan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Menurutnya, perlu keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan komunitas gereja, untuk membentengi generasi muda.

"Bapak Pendeta, kami sampaikan Sumut Nomor 1 penyalahgunaan narkoba. Kita harus bergerak bersama. Persoalan narkoba tidak bisa diselesaikan hanya oleh aparat. Kita perlu membentengi masyarakat dengan penguatan iman, moral, serta mengajak seluruh elemen untuk ikut turun langsung membantu menyelesaikan persoalan ini,"

Ia juga menyoroti pengaruh negatif teknologi yang membuat tantangan moral lebih kompleks. Karena itu, gereja diharapkan memperkuat pembinaan iman dan karakter jemaat sebagai salah satu upaya pencegahan.

Renovasi pagar gereja dan sinergi dengan Pemprov

Dalam kesempatan yang sama, Bobby menyampaikan komitmen Pemprov Sumut untuk merenovasi pagar gereja agar tampak lebih seragam. Ia mengaku telah berdialog dengan Penasihat GPIB, David Luther, mengenai hal ini.

"Saya sampaikan bahwa Pemprov Sumut akan segera merenovasi pagar gereja,"

Bobby juga mengapresiasi hubungan baik antara Pemprov dan GPIB. Ia berharap kolaborasi semakin kuat terutama dalam menjaga kerukunan dan membantu penyelesaian persoalan sosial di masyarakat.

Sejarah GPIB dan dukungan jemaat

Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Medan, Pdt. Salmon Leatemia, menyampaikan bahwa perjalanan 78 tahun GPIB mencerminkan panjangnya pengabdian gereja kepada umat dan masyarakat. Ia menjelaskan akar sejarah GPIB yang berawal dari Indische Kerk.

"Kehadiran Bapak Gubernur menjadi seperti pelukan hangat bagi kami. Ini menunjukkan bahwa gereja dan pemerintah dapat berjalan bersama untuk masyarakat tanpa melihat sekat-sekat perbedaan. Kami siap mendukung setiap inisiatif dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam merawat keberagaman,"

Saat ini tercatat terdapat 14 jemaat GPIB yang aktif melaksanakan pelayanan keagamaan dan sosial di Sumut.

Rangkaian acara dan partisipan

Sebagai bagian dari peringatan, panitia menyiapkan Wall of Hope atau Dinding Harapan berisi ucapan dan harapan untuk masa depan GPIB. Gubernur Bobby turut menandatangani dinding tersebut sebelum acara ditutup.

  • Jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut
  • Para pendeta dan tokoh jemaat
  • Jemaat GPIB dari berbagai daerah di Sumut

Perayaan ditutup dengan penyerahan plakat kepada gubernur dan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur dan kebersamaan.

Langkah menggandeng gereja ini menunjukkan pendekatan holistik Pemprov Sumut dalam menangani persoalan sosial yang kompleks, dengan harapan sinergi lintas lembaga dapat memperkuat upaya pencegahan narkoba di tingkat akar rumput.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait