Lokal

Bobby Nasution Minta ASN Terapkan Keteladanan Rasulullah Secara Konkrit

Bagikan:
Gubernur Sumatera Utara saat menyampaikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi di Aula Raja Inal Siregar

MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menerjemahkan keteladanan Rasulullah SAW ke dalam langkah kerja yang konkret, bukan sekadar seremonial. Permintaan itu disampaikan saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro, Kamis (27/8/2026).

Arahan kepada ASN dan OPD

Bobby menekankan bahwa pengamalan teladan Rasulullah harus terlihat dalam praktik pelayanan publik. Ia meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyusun langkah nyata sesuai tugas masing-masing agar implementasi dapat diukur dan terlaksana.

Setiap tahun kita bicara tentang meneladani Rasulullah dalam pelayanan dan pekerjaan. Namun, hal itu kadang sulit dinilai.

Saya minta setiap OPD dibagi tugasnya secara jelas, apa langkah konkret meneladani Rasulullah yang bisa diterapkan, sehingga benar-benar terealisasi.

Instruksi ini ditujukan untuk menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai dasar kerja yang operasional. Selain itu, Gubernur mengingatkan pentingnya empati dalam pelayanan, baik bagi ASN yang bertugas di lapangan maupun yang bekerja di balik meja.

Masjid sebagai pusat sosial dan pelayanan

Bobby juga mengajak seluruh pihak memaknai kembali semangat pembangunan masjid seperti saat hijrah ke Madinah. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus dihidupkan melalui fungsi sosial dan pemakmuran di tengah masyarakat.

Perhatian terhadap kesejahteraan qori dan imam

Salah satu perhatian khusus yang disampaikan Gubernur adalah kesejahteraan qori di Sumatera Utara. Ia mendorong agar insentif bagi imam dan qori di 33 kabupaten/kota ditinjau agar lebih layak dan meningkatkan taraf hidup mereka.

Jangan sampai qori kita kalah pendapatannya dari petugas keamanan. Jangan sampai karena alasan ekonomi, potensi para qari justru terabaikan. Pemerintah Provinsi harus hadir memberikan apresiasi dan insentif yang layak.

Pernyataan ini menegaskan peran pemerintah daerah dalam menjaga dan mengapresiasi pelaku keagamaan yang berkontribusi pada kehidupan spiritual dan sosial masyarakat.

Tausiyah dan penutup

Acara peringatan itu diisi tausiyah oleh Ustaz Mulkan Azhima yang mengajak jemaah memperbanyak rasa syukur. Ia menekankan bahwa syukur menjadi kunci ketenangan hidup, yang berdampak positif pada layanan publik dan ketahanan individu menghadapi tantangan pekerjaan.

Untuk menindaklanjuti arahan Gubernur, langkah selanjutnya adalah penyusunan rencana aksi OPD dan kajian kebijakan insentif bagi qori/imam. Implementasi konkret akan menjadi tolok ukur apakah pesan maulid tersebut benar-benar mengubah praktik pemerintahan dan pelayanan publik.

Ringkasan langkah yang diminta Gubernur:

  • Menyusun langkah konkret per OPD untuk meneladani Rasulullah dalam pelayanan;
  • Memakmurkan masjid dengan fungsi sosial;
  • Meningkatkan insentif dan apresiasi bagi qori dan imam di 33 kabupaten/kota;
  • Mendorong ASN bekerja dengan empati dan tidak memicu keresahan masyarakat.
Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait