BNN Sergai Gerebek Desa Pon, 10 Orang Diamankan dalam Operasi Saber
Sergai — Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Serdangbedagai menggerebek beberapa lokasi rawan narkoba di Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Rabu (10/6). Penggerebekan itu mengamankan sepuluh orang serta sejumlah paket diduga sabu dalam rangka Operasi Saber Bersinar 2026.
Lokasi razia dan barang bukti
Razia dimulai di sebuah gardu di Desa Pon. Petugas menangkap enam orang dan menemukan tiga bungkus kecil yang diduga berisi sabu. Keenam orang tersebut langsung dibawa ke kantor BNN Kabupaten Serdangbedagai untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Di lokasi lain, sebuah rumah di kawasan Pajak Desa Pon digeledah. Di sana petugas mengamankan tiga pria dan seorang perempuan bersama satu bungkus plastik klip kecil berisi diduga sabu. Selain itu ditemukan tiga bungkus plastik klip ukuran sedang yang diduga milik seorang pengedar berinisial A, yang berhasil melarikan diri saat penggerebekan dan saat ini masih dalam pencarian.
Pemeriksaan urine dan hasil awal
Seluruh yang diamankan menjalani pemeriksaan urine di kantor BNN. Dari enam orang yang ditangkap di gardu, pemeriksaan menunjukkan semuanya positif menggunakan metamfetamin. Dari empat orang yang ditangkap di rumah, dua orang dinyatakan negatif dan dipulangkan ke keluarga, sementara dua lainnya positif dan masih diproses.
Tujuan operasi dan tindak lanjut hukum
Kepala BNN Kabupaten Serdangbedagai, AKBP Siti Rohani, menyatakan razia ini bagian dari upaya jangka panjang memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah tersebut.
"Operasi ini merupakan bentuk komitmen dan keseriusan kami dalam memerangi penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Kami terus bersinergi dengan TNI dan Polri untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman narkoba,"
Dia menambahkan bahwa semua pihak yang terbukti positif atau ditemukan memiliki barang bukti akan diserahkan ke Polres Serdangbedagai untuk proses hukum lebih lanjut.
Implikasi dan langkah ke depan
Penggerebekan ini menunjukkan fokus aparat dalam menekan peredaran narkotika pada level lokal. Penindakan terhadap pengedar berinisial A yang melarikan diri menjadi salah satu titik fokus penyelidikan berikutnya.
BNN Kabupaten Serdangbedagai menyatakan akan melanjutkan operasi gabungan bersama TNI dan Polri untuk menutup jaringan peredaran di wilayah itu dan memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DP3APM Copot 5 Kepling, 2 Lainnya Tunggu Keputusan Ombudsman
DP3APM Tebingtinggi mencopot 5 kepling pada 1 Oktober; dua lainnya menunggu keputusan Ombudsman setelah meng...
Eksekutor Pembakar Mobil Sukur Rambe Ditahan, Polisi Diminta Ungkap Dalang
Tersangka DH ditahan usai mengaku membakar mobil Sukur Rambe atas perintah RPJ; polisi didesak menuntaskan p...
LSM Tuding Gudang di Medan Labuhan Menimbun Solar Subsidi Ilegal
LSM Social Justice laporkan dugaan penimbunan solar subsidi di gudang Medan Labuhan; minta polisi segera ber...
Kemendagri Dinilai Lemah soal Pergeseran Anggaran Rp503 Miliar Deliserdang
Klaim Kemendagri soal pergeseran anggaran Rp503 miliar Deliserdang disorot, disertai kabar keluarga tersangk...
BKSDA Aceh: Pembabatan Sawit di Trumon Masuk Kawasan Konservasi
BKSDA Aceh menyatakan pembabatan sawit di Trumon berada dalam Suaka Margasatwa Rawa Singkil; warga dan PeTA...
BPJN Aceh Rampungkan Rekonstruksi Jalan Kedai Runding–Paya Laba
BPJN Aceh menyelesaikan rekonstruksi ruas Kedai Runding–Paya Laba sepanjang sekitar 3 km untuk memperlancar...