Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, Pemerintah Sebut Faktor Avtur dan Geopolitik
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memperingatkan bahwa biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 berpotensi naik. Pernyataan itu disampaikan saat ia tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 28 September 2026. Kenaikan didorong oleh lonjakan biaya avtur dan dinamika geopolitik di Timur Tengah. Pemerintah masih menghitung besaran biaya bersama DPR dan akan melaporkan hasilnya kepada Presiden Prabowo Subianto.
Kenaikan Biaya dan Pernyataan Menteri
Irfan menegaskan bahwa total biaya penyelenggaraan kemungkinan naik. Ia menyorot kenaikan harga avtur sebagai faktor utama yang membuat perhitungan berubah. Pemerintah meminta arahan presiden untuk menentukan langkah supaya beban jemaah tidak terlalu berat.
“Kalau biaya penyelenggaraan, biaya totalnya insyaallah pasti naik. Karena dari segi avtur pun sudah luar biasa kenaikannya,”
Proses Penghitungan dan Koordinasi
Pemerintah sedang berdiskusi intensif dengan DPR mengenai besaran biaya. Menurut Irfan, angka usulan belum final dan akan disampaikan setelah pembahasan selesai. Ia juga menyatakan akan melaporkan perkembangan kepada presiden untuk mendapatkan arahan kebijakan.
“Tapi kita akan berusaha mencari. Makanya saya tadi minta arahan Presiden bagaimana kita bisa tidak terlalu memberatkan kepada jemaah,”
Faktor Pendorong Kenaikan
Selain avtur, ada beberapa faktor eksternal lain yang memengaruhi perhitungan. Pemerintah mencatat perubahan harga energi global dan penyesuaian layanan di Arab Saudi sebagai faktor penting.
- Kenaikan harga avtur
- Dinamika geopolitik Timur Tengah
- Penyesuaian layanan dan fasilitas di Arab Saudi
- Kenaikan harga energi dunia
Angka Usulan dan Data Awal
Sebelumnya pemerintah mengusulkan rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027 sebesar Rp107,34 juta per jemaah. Namun, angka itu masih dalam pembahasan dan dapat berubah sesuai perkembangan faktor eksternal dan hasil pembicaraan dengan DPR.
| Keterangan | Angka |
|---|---|
| Usulan rata-rata BPIH 2027 per jemaah | Rp107,34 juta |
Dampak bagi Jemaah dan Langkah Ke Depan
Irfan memastikan pemerintah berupaya meredam beban kepada jemaah. Pembahasan dengan DPR masih berlangsung sehingga publik diminta bersabar menunggu angka final. Pemerintah juga akan mempertimbangkan subsidi atau kebijakan lain bila diperlukan.
“Eee nantilah, nanti kita sampaikan. Kita sedang diskusi terus dengan DPR tentang ini angkanya,”
Secara keseluruhan, keputusan akhir bergantung pada hasil kalkulasi terkini dan arahan presiden. Jika situasi geopolitik atau harga energi berubah lagi, besaran BPIH bisa mengalami penyesuaian sebelum ditetapkan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...