Titik Panas Melonjak, Kemenhut Perkuat Pengendalian di Kalteng
Kementerian Kehutanan meningkatkan operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan setelah terdeteksi kenaikan tajam titik panas nasional. Data SiPongi Kemenhut per Minggu, 27 September 2026 pukul 21.10 WIB menunjukkan 559 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, naik dari 331 pada hari sebelumnya.
Lonjakan terbesar di Kalimantan Tengah
Kenaikan titik panas paling signifikan tercatat di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Jumlah hotspot berkepercayaan tinggi melonjak dari 30 menjadi 134 titik dalam 24 jam.
“Saat ini terdeteksi 559 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence),” ujar Ristianto Pribadi.
Kenaikan juga tercatat di Kalimantan Barat yang naik dari 2 menjadi 11 titik, serta Jambi yang meningkat dari 1 menjadi 5 titik. Riau tercatat nihil titik panas. Sebaliknya, Sumatera Selatan turun dari 38 menjadi 29 titik, dan Kalimantan Selatan berkurang dari 40 menjadi 25 titik.
Secara kumulatif, enam provinsi prioritas masih menyisakan 204 titik panas berkepercayaan tinggi, meningkat dibandingkan 111 titik pada pemantauan sehari sebelumnya.
Langkah operasional yang ditempuh
Kementerian Kehutanan menindaklanjuti peningkatan ini dengan verifikasi lapangan dan penguatan operasi pengendalian. Kegiatan di lapangan meliputi:
- Patroli dan groundcheck
- Pemadaman api langsung
- Pembasahan dan mopping up
- Pendinginan area yang rawan agar api tidak meluas maupun kembali muncul
Dukungan udara dan kolaborasi lintas lembaga
Pemerintah menyiagakan 61 unit armada udara secara nasional. Sebanyak 17 unit digunakan untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sementara 44 unit dikerahkan untuk water bombing.
Operasi udara ini dilaksanakan bersamaan dengan operasi darat Manggala Agni Kementerian Kehutanan. Kegiatan didukung oleh BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, relawan, dan dunia usaha untuk mempercepat respon di titik-titik kritis.
Imbauan kepada masyarakat
Kemenhut mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Pelibatan warga dimaksudkan untuk deteksi dini dan penanganan cepat apabila ditemukan asap atau titik api.
“Segera aporkan apabila menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegas Ristianto Pribadi.
Pemantauan terus berlangsung dan operasi pengendalian akan ditingkatkan sesuai perkembangan cuaca dan hasil verifikasi lapangan. Koordinasi antarinstansi tetap menjadi kunci untuk menahan penyebaran api dan melindungi area terdampak.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wapres Minta Maaf dan Pastikan Penanganan Korban Keracunan MBG
Wapres Gibran meninjau korban keracunan MBG di Batang, minta maaf, dan pastikan biaya perawatan ditanggung p...
Kemenbud Targetkan Pemulangan 30.000 Fosil Dubois Akhir 2026
Kemenbud menargetkan pemulangan sekitar 30.000 fosil Eugene Dubois dari Belanda akhir 2026 untuk memperkuat...
Komisi XIII Panggil Dirjen Bahas Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
Komisi XIII DPR memanggil Dirjen Pemasyarakatan untuk menjelaskan temuan fasilitas berstandar apartemen di L...
Dirjenpas Klarifikasi Temuan di Hunian Lapas Cibinong
Dirjenpas Mashudi menjelaskan temuan minuman beralkohol, bingkai foto, dan status 16 unit rumah dinas di Lap...
Hari Kereta Api Nasional: Sejarah Pengambilalihan 28 September
Hari Kereta Api Nasional diperingati tiap 28 September untuk mengenang pengambilalihan fasilitas kereta api...
BMKG: Puncak Musim Hujan 2026/2027 Terjadi Bertahap per Wilayah
BMKG memprediksi puncak musim hujan 2026/2027 terjadi bertahap dari Desember 2026 hingga Februari 2027, deng...