Hari Kereta Api Nasional: Sejarah Pengambilalihan 28 September
Hari Kereta Api Nasional diperingati setiap 28 September untuk mengenang pengambilalihan pengelolaan perkeretaapian oleh pekerja Indonesia pada 28 September 1945 di Balai Besar Bandung. Peristiwa itu menjadi tonggak lahirnya Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI)PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Awal pembangunan rel dan jaringan
Gagasan pembangunan jaringan kereta api di Pulau Jawa sudah muncul sejak 1840 oleh Kolonel J.H.R. van der Wijck. Pembangunan jalur kereta api pertama dimulai di Semarang pada 1864 dan jalur Semarang–Tanggung sepanjang 25 kilometer diresmikan pada 10 Agustus 1867. Jalur ini kemudian dilanjutkan menuju Solo dan Yogyakarta.
Pemerintah Hindia Belanda membangun jalur negara melalui Staatsspoorwegen, yang meresmikan jalur pertama milik pemerintah antara Surabaya, Pasuruan, dan Malang pada 1875. Perkembangan infrastruktur berlanjut hingga masa pendudukan Jepang pada 1942.
Pengambilalihan 28 September 1945 di Bandung
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, pekerja kereta api mulai mengambil alih fasilitas perkeretaapian secara bertahap. Puncaknya terjadi pada 28 September 1945 ketika ribuan pekerja berkumpul dan merebut Balai Besar Kereta Api di Bandung dari pengelolaan penjajah.
Pada 30 September 1945, perwakilan pekerja menggelar rapat untuk menyusun manajemen baru. Hasilnya adalah pembentukan Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI), yang menjadi dasar peringatan Hari Kereta Api Nasional.
Dari DKARI ke PT Kereta Api Indonesia dan layanan modern
Peristiwa pengambilalihan menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang perkeretaapian Indonesia. DKARI secara bertahap berkembang menjadi operator nasional modern, PT Kereta Api Indonesia (Persero), disertai peningkatan layanan dan adopsi teknologi.
Salah satu inovasi layanan adalah aplikasi Access by KAI, yang memudahkan penumpang dalam berbagai aktivitas perjalanan. Fitur utama meliputi:
- Cari jadwal dan beli tiket
- Kelola tiket dan gunakan e-boarding pass
- Trip Planner dan informasi perjalanan
- Live Tracking perjalanan
Menurut Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia, perkembangan layanan harus mengikuti pola penggunaan kereta api oleh masyarakat.
“Dengan Semangat Saling Melayani, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan agar setiap perjalanan memberikan pengalaman yang semakin baik,” ujar Anne Purba.
Makna dan prospek ke depan
Peringatan Hari Kereta Api Nasional bukan sekadar mengenang peristiwa sejarah. Perayaan ini juga mengingatkan pentingnya peran pekerja kereta api dalam membangun sistem transportasi nasional dan mendorong modernisasi layanan. Ke depan, fokus terletak pada peningkatan pengalaman penumpang melalui digitalisasi dan pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Komisi XIII Panggil Dirjen Bahas Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
Komisi XIII DPR memanggil Dirjen Pemasyarakatan untuk menjelaskan temuan fasilitas berstandar apartemen di L...
Dirjenpas Klarifikasi Temuan di Hunian Lapas Cibinong
Dirjenpas Mashudi menjelaskan temuan minuman beralkohol, bingkai foto, dan status 16 unit rumah dinas di Lap...
BMKG: Puncak Musim Hujan 2026/2027 Terjadi Bertahap per Wilayah
BMKG memprediksi puncak musim hujan 2026/2027 terjadi bertahap dari Desember 2026 hingga Februari 2027, deng...
Pencarian Korban KM Virgo Terkendala, Risiko bagi Penyelam
Operasi pencarian KM Virgo terhambat oleh perubahan kemiringan kapal, visibilitas rendah, bocornya BBM, dan...
Hari Kereta Api Nasional ke-81: Sejarah dan Perjalanan Kereta di RI
Hari Kereta Api Nasional ke-81 diperingati 28 September 2026, mengenang pengambilalihan aset perkeretaapian...
Kecelakaan Truk Tangki LPG di Tol Jagorawi, Ini Penjelasan Pertamina
Pertamina jelaskan kecelakaan truk tangki LPG di Tol Jagorawi; tak ada korban jiwa, penanganan muatan dan ke...